Pemulung yang Viral Ditemui Risma Bukan Nursaman Eks Satgas PDIP

Tajuk.co 8/1/2021 06:02 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Menteri Sosial Tri Rismaharini membuat heboh dengan menemui beberapa gelandangan dan pemulung di wilayah Jalan Thamrin Jakarta.

Kehebohan ini karena warganet meragukan aksi Risma dan mulai meneliti sosok gelandangan dan pemulung yang ditemui Risma. Warganet bahkan menemukan alamat dan sosok salah satu gelandangan dan pemulung yang ditemui Risma.

Penelusuran dilakukan oleh Republika.co.id di Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan. Ditemukan unawisma tersebut bernama Nursaman. Dia mengaku, dulu pernah menjadi Satuan Petugas (Satgas) PDIP di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, saat ini, dia tidak lagi bergabung dengan PDIP dan bekerja sebagai pemulung.

“Saya tuh dulu pernah jadi Satgas PDIP di kantor PDIP yang di Jalan Diponegoro. Sudah lama banget itu. Kalau sekarang, saya bukan kader PDIP, malah sekarang jadi pemulung,” kata dia.

Ia mengaku ditemui oleh Mensos di seputaran Kuningan. Namun yang aneh dia tidak diajak berbincang oleh Risma.

“Ya kalau itu saya tidak tahu. Tiba-tiba ada orang pakai baju putih datang. Oh itu Bu Risma. Yasudah dia hanya melihat dan melambaikan tangannya. Tidak sama sekali memberi bantuan atau uang,” kata dia.

Sedangkan, terkait toko poster Soekarno dan PDIP, Nursaman mengatakan, itu punya temannya, bukan punya dia. Selama ini, dia hanya bekerja membantu pedagang kelapa dan tambal ban.

Kejanggalan

Nursaman diperlihatkan foto rilis Kementerian Sosial (Kemensos) perihal blusukan Risma ke Jalan MH Thamrin-Sudirman-Pasar Baru, Jakpus, Senin (4/1). Foto tersebut menunjukkan Risma sedang berbincang dengan pria gondrong berambut putih yang didata Kemensos bernama Kastubi. Nursaman mengaku sebagai pria yang sedang duduk di atas kardus memakai baju krem, celana panjang cokelat, dan topi adalah dirinya.

"Celana Levi's, kaus, gambar ini, gambar (di baju) Bali, ini bener saya ini. Ini benar saya ini. Ini kan Bu Risma (perempuan berbaju putih menghadap belakang), tapi nggak pernah ngobrol. Nggak ngobrol, lihat doang (Bu Risma menghadap saya). Ini saya habis tidur nih. Ini kan kardus, kardus saya, gelar kardus, ini bantal, bantalnya juga dari karung masuk-masukkin busa di situ," kata Nursaman, Kamis (7/1/2021).

Keterangannya terasa janggal, karena dalam video yang dirilis Kemensos, tampak jelas Risma dan Kastubi berbincang. Tambah janggal, Nursaman mengenakan cincin, gelang, dan kalung. "Ini cincin nggak pernah saya lepas dari tahun '90-an," ujar Nursaman meyakinkan

Informasi di lokasi kedua lalu dicek, yakni di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi. Di sana, kami diantar petugas untuk bertemu pria yang didata bernama Kastubi. Terlihat ada 3 orang tunawisma lainnya yang berada satu ruangan dengan Kastubi.

Saat ditemui, Kastubi mengenakan kaus hitam. Ada yang berbeda dari penampilannya dibandingkan dengan saat ditemui Risma. Dia kini berambut pendek usai dicukur oleh petugas Balai Rehabilitasi. Kastubi awalnya berambut panjang dan memakai baju lusuh serta tiduran di emperan ruko ketika ditemui Mensos Risma.

Petugas balai setempat menyebut rambut Kastubi memang dipotong, agar terlihat rapih lantaran saat tiba rambut panjangnya menggimbal dan berantakan.

Saat ditanya pertanyaan soal pertemuan dengan Risma, Kastubi membenarkan dirinya ditemui oleh Mensos Risma. Kastubi menyebut ketika itu dirinya hendak tidur lalu ditemui di Pasar Baru.

"Ditemui di Pasar Baru, pagi pagi saya mau tidur Ibu Risma di situ. Terus dia ngomong sama temennya ke rumah. Ternyata rumahnya di sini (Balai Rehabilitasi)," ucap Kastubi saat ditemui di Balai Rehabilitasi.

Kastubi yang berasal dari Bandar Lampung ini mengaku tinggal sendiri di Jakarta. Saat itu, dirinya diminta Risma tinggal di Balai Rehabilitasi.

"Dia bilang, 'sudah, Pak, tinggal di rumah saya saja'. Dibawa sama kawannya pakai motor, langsung dibawa ke sini, Pak, (oleh) Bu Menteri. Saya lagi di Pasar Baru ketemu Bu Menteri. Saya lagi di Pasar Baru datang motor. Ya dibawalah saya ke sini," ujarnya.

Namun Kastubi mengaku tidak nyaman tinggal di Balai Rehabilitasi lantaran tidak bisa melakukan apa-apa. Dia ingin kembali lagi untuk bekerja sebagai pemulung.

"Ya dibilang nyaman juga ya, orang biasa bebas ya tentu aja lah, Pak, kita terang-terangan saja. Biasa bebas saya, di sini walaupun makan dikasih apa dikasih ini (nunjuk ke kepala) jadi beku, Pak. Biasa jalan ke mana-mana, ada aktivitas. Ini nggak ada aktivitas. Tidur bangun gitu aja," ujarnya.

(FHR)