Pengamat Sebut Ponsel Baru Blackberry Sulit Jangkau Milenial

Tajuk.co 21/4/2021 22:17 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian pesimis ponsel baru Blackberry (BB) bisa bersaing dengan produsen smartphone lain.
"Rasanya agak pesimis dengan BB yang baru ini, belum lagi apakah bisa bersaing selain dari sisi teknologi dan harga," ujar Lucky, Selasa (20/4).

Menurut Lucky BlackBerry bukan kali ini saja mencoba kembali berkecimpung di pasar ponsel pintar. Sebelumnya Blackberry sempat menjual BB Merah Putih di Indonesia namun tetap tidak berhasil.

Melihat kondisi yang terjadi selama ini, kata dia, belum ada brand yang tenggelam kemudian berhasil bangkit lagi dan jaya seperti sebelumnya.

Lebih lanjut ia menilai ponsel BB teranyar kemungkinan memiliki desain yang dapat membawa penggunanya mengenang dan bernostalgia dengan ponsel terdahulunya.

Brand Blackberry sulit jangkau Milenial

Lucky menilai para penggemar brand Blackberry kini sudah memasuki usia berumur, sementara pangsa pasar smartphone berasal dari generasi milenial dan generasi Z, yang dianggap tidak memiliki ketertarikan kepada brand BlackBerry.

Namun di samping itu Lucky menilai ponsel BB memiliki pengamanan yang dianggap mumpuni. Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa memandang sekuriti lebih serius dibanding negara lain.

Lucky memprediksi ponsel ini lebih cocok dipasarkan di negara yang peduli pada pengamanan data pengguna. Seperti di negara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

"Amerika biasanya bisa membawa angin yang bagus ke negara lain. Setelah Amerika dan Eropa, baru ke Asia, terutama Indonesia yang pernah menjadi pasar BB yang besar," ujarnya.

Tetapi Lucky ragu apakah perusahaan Onward Mobility yang memproduksi Blackberry mau berinvestasi di Indonesia, karena saat ini pemasaran produk harus melalui sistem Tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang berarti pihaknya harus merakit dan membuat komponen di Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang baru, entah mereka akan kuat atau tidak untuk melakukan TKDN di Indonesia, apalagi jika device-nya baru 1 macam dan mengambil pasar flagship," pungkasnya.

Sebelumnya Blackberry dikabarkan akan meluncurkan ponsel terbarunya Mei 2021 dan akan menyasar pengguna Android yang menyukai Keyboard fisik.

Perusahaan seluler Onward Mobility mengambil alih merek Blackberry dan berencana untuk bekerja sama dengan Foxconn, pembuat sebagian besar konsol game, ponsel Nokia dan Xiaomi, untuk membuat BlackBerry baru.

CEO Onward Mobility Peter Franklin mengatakan perusahaan yang berbasis di Texas dengan BlackBerry dan FIH Mobile akan menghadirkan lagi nostalgia keyboard fisik QWERTY yang membuat BlackBerry digemari banyak orang pada masa silam.

Selain itu Onward Mobility akan menjual keamanan data penggunanya, karena menurut Franklin BlackBerry dikenal memiliki ketangguhan soal sekuriti pada masanya. (FHR)