Penjualan Kendaraan Roda Empat Naik 47%

Tajuk.co 17/10/2020 18:30 WIB
image
Ekspor kendaraan roda empat merangkak naik sejak Juli 2020. (foto: bisnis.com)

Tajuk.co, JAKARTA - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa, penjualan kendaraan roda empat atau lebih, pada bulan Agustus mengalami peningkatan sebesar 47% dibanding bulan Juli.  Peningkatan penjualan tersebut menunjukan kebutuhan kendaraan roda empat atau lebih didalam negeri masih terbilang tinggi, meski ada pandemi Covid-19.

Pada bulan Juli penjualan kendaraan roda empat atau lebih mencapai 25.200 unit. Sementara bulan Agustus mencapai 37.200 unit.

"Penjualan Agustus mencapai 37.200 unit atau naik 47% dari bulan Juli," kata Menperin di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Menperin, dengan adanya kenaikan penjualan kendaraan tersebut hal itu menunjukan bahwa industri otomotif dalam negeri tetap berkembang. Agus mencontohkan, bahwa sepanjang tahun 2019 lalu produksi kendaraan bermotor roda empat mencapai angka yang cukup besar yaitu 1,28 juta unit.

Sementara jika dihitung dengan nilai total investasi mencapai hingga Rp82,87 triliun. Selain itu, sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang di dalam ekosistem kendaraan bermotor.

“Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga pada tahun 2019, mencapai 7,29 juta unit. Sebanyak 810.000 unitnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” kata Menperin.

Lebih lanjut Menperin mengatakan bahwa, potensi pengembangan industri otomotif dalam negeri sangat bagus, karena didukung dengan besarnya pangsa pasar domestik dan ditingkat ASEAN. Dari 9 negara di ASEAN, Indonesia saat ini berkontribusi 32% terhadap pasar ASEAN.

"Pada 2019, lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri, dan 300.000 telah diekspor ke seluruh dunia,” katanya.

Bahkan, keunggulan produk otomotif yang dibuat oleh pabrikan di Indonesia telah diakui hingga kancah global. Hal ini tercermin dari capaian Indonesia yang menjadi negara eksportir kendaraan Completely Built Up (CBU) ke lebih dari 80 negara tujuan. Lima negara tujuan utama tersebut di antaranya, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. (TIO)