Penjualan Mobil dan Sepeda Motor Pada Kuartal II Kian Anjlok

Tajuk.co 5/8/2020 12:45 WIB
image
Stok Mobil menumpuk di gudang-gudang industri otomotif akibat anjloknya penjualan (foto: Kemenperin)

Tajuk.co, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi dan penjualan sektor otomotif Indonesia anjlok pada triwulan II/2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Anjloknya penjualan tersebut membuat gudang-gudang industri otomotif penuh, padahal produksi otomotif saat ini hanya 30% dari kapasitas terpasangnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan produksi mobil turun cukup dalam, hanya 41.520 unit. Turun 87,34 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (qtq), sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) turun 85,02 persen. Menurut Suhariyanto pandemi virus Covid-19 yang terjadi secara global dan Indonesia khususnya juga membuat produksi mobil berkurang secara drastis.

"Kalau kita lihat secara year on year (yoy) penurunannya cukup dalam yaitu sebesar 85,02%. Indikator ini tentu sangat berpengaruh terhadap pergerakan industri alat angkutan kepada sektor perdagangan dan juga konsumsi rumah tangga untuk golongan menengah ke atas," katanya, Rabu (5/8/2020).

Penjualan mobil hanya mencapai 21.042 unit atau turun 89,85 persen quartal to quartal (qtq) dan 89,44 persen yoy. Hal yang sama terjadi penjualan sepeda motor juga turun tajam hingga 80,06 persen qtq dan 79,70 persen yoy, atau secara qtq mencapai 313.625 unit dan turun sebesar 79,70% secara yoy.

Penurunan penjualan mobil dan sepeda motor tersebut terjadi akibat pandemi Covid-19. Selain itu, juga terjadi akibat penutupan gerai penjualan selama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sebelumnya, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen (yoy) dibandingkan dengan pada periode sama tahun lalu sebesar 5,07 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal II/2020 sebesar Rp2.589,6 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan kuartal I/2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19 persen," ujarnya. (TIO)