Penjualan Mobkas Anjlok Hingga 70%

Tajuk.co 16/5/2020 15:17 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat penjualan mobil bekas (mobkas) anjlok sebesar 70% atau hanya laku terjual 30% dari kondisi normal. Penurunan sudah dimulai sejak Maret 2020 yang turun sebesar 30% dan kondisi makin parah karena dibulan April penurunan mencapai 70%.

Menurut Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer, faktor penyebab turunnya penjualan terutama oleh dua hal. Pertama, pembatasan sosial yang membuat konsumen tidak bisa berkunjung ke gerai penjualan kendaraan mobkas untuk melihat kondisi mobil. Mayoritas konsumen mobkas mematuhi himbauan untuk beraktivitas di rumah termasuk aktivitas bekerja, belajar, dan ibadah.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan diikuti beberapa daerah lainnya, memaksa dealer mobil bekas mereka harus tutup karena tidak termasuk ke dalam pengecualian PSBB. 

"Cabang kita di DKI Jakarta tutup total, tutup gerbang dan tidak melayani tamu. Otomatis langsung jualan turun drastis sejak PSBB," tegasnya.

Kedua, karena dampak ekonomi yang dirasakan kelompok menengah akibat pandemi corona. Permintaan mobil bekas turun juga dikarenakan banyak bisnis atau situasi ekonomi yang melambat, berdampak menurunnya daya beli masyarakat sehingga pembeli mobil bekas pun berkurang.

Masyarakat memilih untuk memahan diri untuk investasi maupun membeli hal-hal yang dianggap tidak mendesak karena kondisi pandemi ini tidak mau akan berakhir kapan. Konsumen yang biasanya membeli mobkas untuk digunakan saat mudik pun kini dilarang mudik sehingga ikut berkontribusi pada turunnya penjualan.

Halomoan juga mengungkapkan, dukungan lembaga pembiayaan saat ini juga sangat minim, karena mereka memilih konsolidasi ke dalam jadi mereka nggak agresif lagi jualan. Konsolidasi ke dalam termasuk bagaimana mengamankan customer-customer dia yang sudah dalam masa pembiayaan.

Tidak hanya penjualan mobkas, pandemik virus korona juga berdampak terhadap bisnis penjualan mobil baru yang menurun signifikan.  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan total penjualan di tahun ini hanya berada di kisaran 600 ribu unit, atau mengalami turunan hingga 40 persen. (KSL)