Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Lima Tahun Penjara

Tajuk.co 15/9/2020 06:57 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Polri menjerat tersangka Alfian Andrian, pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber dengan pasal berlapis. Pelaku dijerat pasal penganiayaan berat dalam KUHP dan larangan membawa senjata tajam yang diatur Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Yang bersangkutan dipersangkakan terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak sesuatu sesuai dengan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/9).

Beleid pasal 2 ayat (1) UU Darurat menyatakan bahwa barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan. Atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk, dapat dihukum dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

"Ancaman penjara sepuluh tahun," ujar Awi menegaskan.

Syekh Ali Jaber ditusuk oleh Alfian Andrian saat mengisi sebuah acara di Bandarlampung, Lampung, Minggu (13/9) sore.

Awi mengungkapkan bahwa Syeh Ali Jaber mengalami luka tusukan di bagian lengan sedalam 4 cm dan mendapat sejumlah jahitan.

"Korban mengalami luka tusuk sedalam 4 sentimeter dan sudah dilakukan jahitan sebanyak 6 jahitan," katanya. (FHR)