Pertamina Ajak Pengusaha Lokal Jadi Mitra Penyalur BBM Pertashop

Tajuk.co 20/11/2020 17:00 WIB
image
Pertamina memperbanyak outlet penjualan BBM dengan menggandeng pengusaha kecil lewat Pertashop. (foto: Pertamina)

Tajuk.co, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memberi peluang kepada pengusaha lokal untuk berinvestasi menjadi mitra penyalur bahan bakar minyak (BBM) dalam skala kecil berupa Pertashop, yang harganya relatif lebih rendah dibanding SPBU. Kebijakan tersebut dalam rangka perluasan dan pemerataan distribusi energi, terutama di kawasan pedesaan yang jauh dari SPBU.

“Sama halnya seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang untuk berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat. Kali ini dalam skala kecil, berupa Pertashop yang harganya realtif lebih rendah ketimbang SPBU,” ujar Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah (JBT), Marthia Mulia Asri dalam  keterangan tertulis Jum'at (20/11/2020).

Marthia mengatakan bahwa, untuk menjadi mitra penyalur BBM dalam skala kecil Pertashop, investasi yang dibutuhkan paling rendah adalah 250 juta. 250 juta tersebut meliputi alat perangkat modular Pertashop. Sementara untuk lahan dan ongkos kirim ditanggung oleh pengusaha.

“Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter seperti yang terjadi di Pertashop Sleman,” ujar Marthia.

Lebih lanjut Marthia mengatakan, adapun syarat-syarat bagi pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi Pertashop salah satunya harus berbadan hukum seperti CV, PT, maupun Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Setelah itu calon investor Pertashop harus memenuhi dokumen persyaratan dari pemda setempat dan dokumen lainnya untuk kemudian mendaftar secara online pada tautan ptm.id/MitraPertashop atau melalui Pertamina Call Center di nomor 135.

"Khusus di wilayah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini sudah beroperasi 70 Pertashop yang tersebar di 62 desa di Jawa Tengah dan 8 desa di DIY dari 25 kabupaten," katanya.

Marthia mengatakan, Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur bahan bakar di tengah desa yang secara resmi dikelola oleh Pertamina. Selain itu, kehadiran Pertashop juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendekatkan sumber penyaluran energi yang aman dan berkualitas di tengah masyarakat.

“Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU. Karena, selain telah memenuhi aspek legalitas usaha, Pertashop juga dipastikan memenuhi aspek keselamatan kerja, sehingga sangat aman untuk dioperasikan oleh masyarakat,” ujar dia.

Ia menerangkan Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di wilayah kerjanya.

“Secara resmi telah kami surati kepada Bupati dan Walikota di Jawa Tengah dan DIY sebagai sosialisasi, kami berharap mendapat respon positif sehingga banyak desa yang akan mengajukan pembangunan Pertashop di wilayahnya,” katanya. (TIO)