PKB Sarankan AHY Tempuh Jalur Hukum Bila Dirugikan Buzzer

Tajuk.co 12/9/2021 11:06 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti hadirnya pendengung atau buzzer di media sosial yang dianggapanya sebagai perusak tatanan demokrasi akibat penyebaran hoaks politik. Bahkan, AHY menilai serangan buzzer tersebut kerap diterima Partai Demokrat yang bertujuan untuk membungkam dan memecah belah.

Anggota Fraksi PKB Luqman Hakim Al-Jambi mengatakan, baiknya Demokrat melaporkan ke polisi bila merasa dirugikan buzzer. Menurutnya, mengatasi buzzer bisa menempuh jalur hukum.

"Kalau ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh buzzer, ada jalur hukum yang bisa ditempuh," katanya lewat pesan singkat, Sabtu (11/9).

Dia mengatakan, bahwa pemerintah tidak tepat jika diminta mengurus buzzer. Baiknya Demokrat mengusut buzzer menggunakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

"UU ITE menurut saya bisa dimanfaatkan untuk menertibkan buzzer melaui proses hukum," kata Luqman.

Dia menyarankan siapapun yang dirugikan karena ulah buzzer untuk menempuh jalur hukum. Jangan sedikit-sedikit menyinggung pemerintah.

"Kalau ada masalah sedikit-sedikit minta pemerintah urus, saya khawatir kita akan makin lupa kalau Indonesia ini negara hukum," pungkasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti hadirnya pendengung atau buzzer di media sosial dianggapanya sebagai perusak tatanan demokrasi akibat penyebaran hoaks politik.

“Saat ini kita hadapi perilaku-perilaku buruk para buzzer yang memang pekerjaan utamanya adalah untuk memproduksi dan menyebarluaskan hoaks politik,” kata AHY saat sanbutan pada perayaan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9).

Bahkan, lanjut AHY serangan buzzer tersebut kerap diterima Partai Demokrat yang bertujuan untuk membungkam dan memecah belah.

“Mereka sebenarnya adalah perusak demokrasi dan telah memecah belah bangsa. Kita harus waspada dan kita harus berani tegar untuk menghadapi itu semua,” katanya.

Oleh karena itu, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada seluruh kader untuk tetap waspada dan menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks.

"Kita arus waspada dan kita harus berani tegar untuk menghadapi itu semua. Karena kita ingin menjadi garda terdepan dalam merawat dan memperjuangkan demokrasi," paparnya.

AHY memastikan terhadap seluruh kader Partai Demokrat untuk senantiasi memperjuangkan dan menjaga demokrasi.

"Hari ini dan 20 tahun selanjutnya ini yang disampaikan tadi, oleh kita pak SBY. Demokrat harus konsisten dalam perjuangan menjaga demokrasi seperti tadi yang saya cintai dan banggakan," jelasnya. (FHR)