PKS Soal Deklarasi Anies Baswedan sebagai Capres 2024: InsyaAllah Februari

Tajuk.co 23/1/2023 23:40 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menjelaskan partainya bakal putuskan deklarasi dukungan Anies Baswedan sebagai Capres pada Februari mendatang.

Kholid mengatakan dalam menentukan keputusan deklarasi dukungan ini perlu kesabaran dan kedisiplinan. Saat ini, kata Kholid, sedang berjalan dan progresnya on the track.

"Kalau pembahasan di tim kecil tuntas Januari ini, ya insyaAllah Februari bisa kita ambil keputusan," kata Kholid saat dihubungi, Minggu (22/1).

Kholid mengatakan partainya akan mengambil langkah secara proporsional, pasalnya PKS tidak ingin terburu-terburu, namun di lain sisi tak ingin terlambat.

Dalam deklarasi dukungan Capres Anies dalam Pilpres 2024 mendatang, menurut Kholid kerangka pikirnya mesti dibangkai dalam kebersamaan tujuannya meraih kemenangan. Sehingga kata Kholid proses keputusannya harus lebih jernih, lapang dada, dan rendah hati.

"Kita kedepankan sikap rasional dan obyektif, bukan suka atau tidak suka," katanya.

Sedangkan menyoal desakan waktu deklarasi kata Kholid hanya momen waktunya saja. Sedangkan faktor lain terkait waktu deklarasi juga berkaitan erat dengan paradigma politik nasional hingga kesiapan para calon mitra koalisi baik PKS, Demokrat dan Nasdem.

"Ya doakan saja. Semoga prosesnya dimudahkan," katanya

Ia berharap segera ada titik temu dalam pandangan mitra koalisi.

"Kami percaya pimpinan PKS, Nasdem, dan PD adalah tokoh yang punya sikap negarawan yang berpikir jauh kedepan untuk kebaikan bangsa. InsyaAllah, membangun titik temu yang akan lebih mudah," ujarnya

Khawatir Injuri Time
Di lain sisi, Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali mengatakan partainya menunggu komitmen dari masing-masing calon mitra koalisi dalam mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024. Soal penentuan cawapres, dia menyebut jangan sampai dilakukan saat injury time.

"Prinsipnya tidak ada orang yang boleh memaksakan keinginannya," kata Ahmad saat dihubungi pada Minggu (22/1).

Menurut Ahmad, jika sampai tenggat waktu tertentu rencana koalisi dengan Demokrat dan PKS tak juga dilakukan, konsekuensinya Anies tak bisa maju di kontestasi Pilpres 2024. "Kami enggak mau injuriy time, karena itu namanya mengunci." (FHR)