PMI Harus Jaga Kepercayaan Publik

Tajuk.co 14/2/2020 00:33 WIB
image
Sekjen PMI Sudirman Said membuka Musyawarah Daerah PMI Banten di Anyer, Kamis (13/2/2020)/ Foto: AH

Tajuk.co SERANG -- Palang Merah Indonesia (PMI) harus menjadi lembaga terpercaya, dan berusaha sekuat-kuatnya menjaga kepercayaan masyarakat, baik masyarakat lokal, nasional, maupun masyarakat global.

Sekjen PMI Sudirman Said mengemukakan hal itu saat membuka Musyawarah Daerah PMI Banten di Anyer, Serang, Kamis (13/2/2020). "Tanpa kepercayaan masyarakat PMI akan sulit untuk menjalankan tugas-tugas besar seperti yang selama ini dilakukan," katanya.

Sudirman mengungkapkan, PMI seperti dua tangan, satu tangan di atas, satu tangan di bawah. Tangan di atas maknanya sebagai gerakan, komunitas, dan  organisasi harus senantiasa siap siaga membantu mereka yang kesulitan. Menyediakan darah bagi yang membutuhkan, menolong korban konflik yang membutuhkan bantuan, dan menolong korban bencana secepat-cepatnya.  

"Sementara tangan di bawah maknanya, kita menerima, menghimpun, bahkan harus dengan aktif mencari bantuan dari banyak pihak. Peran tangan di atas kita tak mungkin sukses, kalau peran tangan dibawah kita tidak berhasil," kata Sudirman

Jika peran tangan di bawah, lanjutnya, bisa dijalankan dengan baik, maka dapat menunaikan peran tangan di atas dengan sukses pula. "Dan peran tangan di bawah hanya akan sukses jika ada kepercayaan masyarakat," sambungnya.

Karena itu, sesuai dengan pesan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PMI penting untuk menjaga komunikasi dan pengelolaan yang baik (good governance).   PMI harus menjadi organisasi yang menjaga transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, dan kejujuran (fairness).   

"Saya memiliki keyakinan, PMI mampu memenuhi harapan tersebut," tandas dia dalam acara yang juga dihadiri Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, yang juga merupakan Ketua PMI Kabupaten Serang. 

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua Bidang Organisasi PMI Muhammad Muas, Sekretaris PMI Banten dr Rahmat Fitriadi, dan utusan pengurus PMI dari delapan kabupaten/kota  se-Banten

Perkuat Kelembagaan
Dalam kesempatan itu Sudirman juga menyampaikan beragam tantangan PMI.  Dunia kini dihadapkan pada berbagai tantangan antara lain, isu perubahan iklim yang kian nyata, konflik sosial yang melibatkan kekuatan bersenjata, migrasi tanpa dokumen secara besar-besaran,
pandemik yang masif seperti Virus Corona, dan persepsi tentang keadilan sosial. Suasana ini besar atau kecil,  cepat atau lambat akan menimbulkan korban-korban kemanusiaan.

"Dalam kaitannya dengan peran kita sebagai pegiat gerakan kepalangmerahan, kesiapsiagaan komunitas dan institusi PMI di semua lapis harus diperkuat. Kesiapan sumber daya manusia, keterampilan, peralatan, sumber daya logistik, dan jejaring harus kita bangun sebaik baiknya," pesan dia.

Menurut Sudirman, yang menggembiarakan PMI tidak sendirian dalam menjalankan aksi kemanusiaan.  Saat ini banyak lembaga-lembaga layanan kemanusiaan dan kebencanaan yang makin kuat.  Baik instansi pemerintah maupun organisasi volunter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, dan banyak sekali organisasi volunter yang bisa berbagi peran dengan PMI. Baik skala lokal, nasional, regional maupun global.  

"Bila kita tekun dan rajin merawat kerjasama dan kordinasi dengan mereka, insha Allah tugas-tugas kemanusiaan kita, yakni peran tangan di atas, bisa kita jalankan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (IST)