PMI Perlu Banyak Pendonor Plasma Darah Konvalesen

Tajuk.co 19/1/2021 03:03 WIB
image
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (kiri) saat melihat proses donor plasma darah konvalesen di kantor pusat PMI, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Tajuk.co, JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) mengaku membutuhkan lebih banyak pendonor plasma darah konvalesen dari para penyintas COVID-19 untuk mengobati penderita yang terpapar virus tersebut, baik dengan gejala ringan, sedang hingga kritis.

"Baru sekitar 40 pendonor per hari, ini masih sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan. Tiap hari dari seluruh daerah minta sekitar 200, sementara yang kita bisa penuhi hanya 40 sampai 50 per hari. Jadi pendonor harus ditingkatkan lima kali lipat," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Markas PMI Pusat Jakarta, Senin (18/1/2021).

Untuk mendapatkan jumlah donor sesuai kebutuhan tersebut tidaklah sulit, kata JK. Dari jumlah masyarakat yang telah sembuh dari COVID-19 saat ini, jika 20 persen di antaranya mendonorkan plasma darahnya, maka kebutuhan donor untuk pasien COVID-19 dapat terpenuhi.

"Yang sudah sembuh sudah ada sekitar 736 ribu orang, tentu semuanya tidak bisa diterima sebagai pendonor karena wanita hamil dan lansia tidak bisa mendonorkan plasma darahnya. Tapi kalau 20 persen saja penyintas mendonorkan, maka semua kebutuhan dapat dipenuhi dan Insya Allah angka kematian karena COVID-19 akan berkurang," jelasnya seperti dilansir antaranews.

PMI juga memiliki peralatan dan tenaga medis yang memenuhi kualifikasi untuk memproses plasma darah konvalesen tersebut sebelum didonorkan kepada pasien COVID-19. Dari total 235 Unit Donor Darah (UDD) PMI di seluruh Indonesia, 31 di antaranya memiliki peralatan untuk memproses plasma darah tersebut.

"PMI sendiri saja punya 60-an alatnya, ditambah lagi dari yang dimiliki rumah sakit besar. Jadi kapasitas kita di seluruh Indonesia ada sekitar 100 peralatan. Jadi dari segi alat itu cukup, di Jakarta saja ada enam, di Surabaya ada, Makassar ada, di seluruh Indonesia ada," kata Wapres ke-10 dan 12 RI itu.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan penderita COVID-19, karena mengandung antibodi SARS-Cov-2, untuk kemudian plasma tersebut diproses agar dapat didonorkan.

Terapi plasma konvalesen salah satu metode terapi tambahan yang dapat mengobati pasien COVID-19 dengan gejala berat dan kritis. Terapi tersebut merupakan konsep imunisasi pasif melalui donor plasma darah yang mengandung antibodi SARS-Cov-2 kepada penderita COVID-19.

"Jadi bukan hanya pasien COVID-19 yang kritis saja yang bisa diobati dengan plasma konvalesen ini. Justru kalau masih (gejala) permulaan itu lebih baik, jadi lebih cepat (diobati) lebih baik," ujarnya.(HAS)