Politikus PKS Sebut Sumbar Potensial Jadi Pusat Wisata

Tajuk.co 30/7/2020 19:45 WIB
image
Anggota Komisi VI DPR RI F-PKS, Nevi Zuairina. Foto: dpr.go.id

Tajuk.co, JAKARTA - Politikus PKS yang jadi Anggota DPR RI, Nevi Zuairina menyebut potensi Provinsi Sumatera Barat sebagai pusat wisata baru sangat besar.

Sayangnya, kata Nevi, alam yang indah itu belum dibuka secara luas sehingga wisatawan belum banyak mengenal destinasinya.

"Salah satu contoh lokasi tujuan wisata yang perlu dikembangkan adalah pantai Sikabau. Daerah ini sebelumnya merupakan daerah terisolir. Sekarang menjadi  destinasi pariwisata yang indah di Pasaman Barat," kata Nevi di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Ketua Yayasan Kanker Indonesia itu mengatakan, saat ini Pantai Sikabu memang sudah didatangi pengunjung, namun masih perlu dilakukan beberapa perbaikan agar layak untuk direkomendasikan. Salah satu bentuk pengembangan yang perlu dilakukan yakni peningkatan kualitas kebersihan, tata letak tanaman, penataan bangunan, dan penataan para pedagang pelaku UMKM perlu ditingkatkan lebih baik lagi.

"Alam yang sudah sangat bagus ini perlu diimbangi usaha manusia agar menjadi satu susunan tata kelola yang baik, ramah lingkungan dan ramah sosial. Ini tujuannya adalah selain memberikan hasil pendapatan daerah yang baik, lingkungan terjaga dan pemandangan yang enak dilihat," tuturnya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatra Barat itu akan mendorong pengembangan destinasi pariwisata Sumatera Barat itu supaya bisa diaspirasikan kepada pemerintah pusat dan dapat dikolaborasikan dengan berbagai instansi yang terkait. Ia menyatakan, dampak ekonomi dari sektor pariwisata merupakan penyumbang pendapatan daerah yang cukup signifikan.

"Saya akan berkomunikasi pada beberapa pihak, stakeholder yang berkompeten untuk pengembangan pariwisata di Sumbar. Ini juga merupakan salah satu amanah Anggota DPR untuk menyampaikan aspirasi warga di dapilnya kepada pemerintah pusat agar ada tindak lanjut sehingga ada peningkatan kesejahteraan pada masyarakat di daerah," pungkasnya.(MMU)