Produksi BBM Pertamax Pertamina Naik 1.445 MB

Tajuk.co 16/10/2020 17:38 WIB
image
Produksi BBM Jenis Pertamax Pertamina naik. (foto: pertamina.com)

Tajuk.co, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat, kenaikan produksi BBM jenis Pertamax di kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Data produksi dan pengapalan (lifting) Pertamax di kilang Cilacap menunjukkan grafik kenaikan. Pada September 2020, produksi Pertamax tercatat 1.445 million barrel (MB), naik dari catatan di bulan September tahun 2019 yang sebesar 1.127 million barrel (MB). Sedangkan untuk lifting pada September 2020 sebanyak 1.513 MB, naik dari 1.227 MB pada September 2019.

"Data ini bisa menjadi bukti naiknya kesadaran masyarakat menggunakan BBM ramah lingkungan, selaras dengan semangat Pertamina RU IV Cilacap untuk menjadi perusahaan energi yang efisien dan ramah lingkungan," kata Hatim Ilwan, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jum'at (16/10/2020).

Hatim mengatakan bahwa, peningkatan produksi Pertamax mengindikasikan kesan yang positif penggunaan BBM yang ramah lingkungan oleh masyarakat. Karena itu, dengan dukungan kilang RFCC menjadi pelopor kilang modern Pertamina, yang ramah lingkungan dan terus meningkatkan standar produknya setara Euro 4, atau Euro 3. Hal tersebut tentu sangat menguntungkan bagi perseroan dalam memproduksi BBM yang benar-benar berkualitas.

"Ini terus berlanjut dengan hadirnya Kilang Langit Biru Cilacap, dan saat ini yang sedang berlangsung proyek kilang RDMP.  Saat ini Pertamax diproduksi dengan mencampur produk dari Platformate & Gasoline RFCC,” ujar Hatim.

Untuk diketahui, Pertamax diproduksi pertama kali di tahun 2016 di kilang RFCC. Sementara, Pertamax mulai diluncurkan pertama kali pada 10 Desember 1999, menggantikan Premix 1994 dan Super TT 1998 yang mengandung unsur Methyl Tertra Butyl Ether (MTBE) yang kurang ramah lingkungan. Pertamax mengandung Oktan 92 berstandar internasional untuk kendaraan bermotor. Produksi Pertamax saat ini dilakukan di 3 kilang Pertamina, yakni di RU III Plaju, RU IV Cilacap, dan RU VI Balongan.

Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan dengan kompresi 10:1 dan 11:1 atau kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Ini karena Pertamax mengandung pelindung anti karat untuk dinding tangki kendaraan, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin serta menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.

BBM jenis ini dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50 ppm (part per million) . Hal ini sesuai baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. (TIO)