Liga Parlemen Dunia untuk Palestina Proposal Trump Langgar HAM dan Hukum Internasional

Tajuk.co 11/2/2020 00:56 WIB
image
PM Malaysia Mahatir Muhammad menyalami Presiden Liga Parlemen untuk Palestina, Syeikh Hamid Abdullah al-Ahmar usai Pembukaan Konferensi ke-3 Liga Parlemen untuk Al Quds, Sabtu (8/2/2020) di Malaysia. Foto: IST

 Tajuk.co KUALALUMPUR – Liga Parlemen Dunia untuk Palestina tegas menolak proposal Presiden AS Donald Trump terkait penyelesaian masalah Palestina., yang dikenal dengan Deal of The Century. Penolakan tersebut disampaikan dalam Konferensi Liga Parlemen Dunia untuk Palestina yang diselenggarakan di Malaysia, 8-9 Februari 2020.

Konferensi yang dihadiri 300 anggota parlemen dari 40 negara itu menganggap ide Trump menggambarkan rencana agresi baru pada rakyat Palestina, dan hal tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hak azasi manusia dan hukum internasional.

Berdasarkan berbagai pertimbangan dan usulan seluruh negara, peserta konferensi yang mengambil tema Towards Effective Strategy to Defend Jerusalem, merumuskan langkah-langkah untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Pertama, mendukung hak Palestina untuk kembali dan menentukan nasib sendiri, serta mendukung sepenuhnya negara Palestina menjadi negara yang berdaulat dan merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya

Kedua, menolak dan mengutuk Deal of The Century (Kesepakatan Abad Ini) yang merupakan kelanjutan kebijakan sistematis AS yang bias terhadap pendudukan dan diskriminasi Israel terhadap rakyat Palestina. Dan ini merupakan pelanggaran berat hukum internasional dan hak asasi manusia.

Ketiga, segala negosiasi dan kesepakatan yang tidak memberikan hak penuh kepada rakyat Palestina akan berakhir dengan kegagalan dan hanya akan menghasilkan lebih banyak permusuhan dan kebencian. Hal ini hanya akan mencegah pencapaian perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Keputusan lainnya, peserta dari 40 negara tersebut juga menegaskan bahwa mereka berdiri bersama rakyat Palestina berjuang dengan segenap daya upaya menolak agresi Zionis Israel dan tindakan pelanggaran terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka. Konferensi juga menyerukan persatuan seluruh rakyat dunia, rakyat Palestina, dunia Arab, dan umat Islam. langkah konkritnya adalah membentuk front internasional untuk menghadapi agresi dan pelanggaran yang terus berulang ini.

Dalam Konferensi Ketiga tersebut, semua peserta bersepakat membentuk komite regional yang dibagi berdasarkan wilayah untuk memastikan perjuangan dunia membebaskan Palestina berjalan efektif, progresif, dan membuahkan hasil yang terukur.

Konferensi Liga Parlemen juga memutuskan formasi baru Komite Sentral atau kepemimpinan organisasi global. Agar berjalan efektif dan mampu menyerap aspirasi umat Islam dan pegiat kemanusiaan di seluruh belahan dunia, maka Presiden Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds Syekh Hamid Abdullah al-Ahmar (Parlemen Yaman) dan Komite Sentral memilih dua Vice President yang akan membantu mengkoordinir gerakan solidaritas dan perjuangan parlemen dunia untuk Al-Quds, yakni Fadli Dzon dari Indonesia dan Nuredin Nabaty dari Turki. (HIP)