PSBB Jilid II, DKI Cabut Izin Operasional Ojek Online Jika Berkerumun

Tajuk.co 16/9/2020 10:32 WIB
image
Ojek online (foto: istimewa)

Tajuk.co, JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan pihaknya tidak segan-segan untuk mencabut izin operasional bagi ojek online jika berkerumun lebih dari 5 orang.

Diketahui, dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi, telah diatur bahwa ojek online boleh tetap beroperasi selama masa PSBB Jilid II dimulai Senin 14 September 2020.

Meskipun boleh beroperasi, Dishub DKI menegaskan tidak boleh berkerumun.

"Di mana jika dalam tiga hari ke depan didapati mereka terus berkumpul, maka regulasi terkait dengan diperbolehkannya dengan mereka melakukan pengangkutan penumpang itu akan dilakukan pelarangan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Senin (14/9).

"Di mana jika dalam tiga hari ke depan didapati mereka terus berkumpul, maka regulasi terkait dengan diperbolehkannya dengan mereka melakukan pengangkutan penumpang itu akan dilakukan pelarangan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Senin (14/9).

“Kita pahami regulasi selama PSBB dilarang orang warga berkumpul dan lebih dari lima orang dan ini pun berlaku bagi ojek online," sambungnya.

Dalam menerapkan peraturan, ia mengaku bersama Polri dan seluruh stakeholder lainnya akan terus melakukan pengawasan.

"Sekali lagi kita sama-sama harus melaksanakan protokol kesehatan melaksanakan ketentuan yang sudah ada dengan baik, sehingga pelaksanaan PSBB yang tujuannya untuk menekan tingkat penambahan kasus positif (Covid) 19 bisa dicapai."

"Di sisi lain diperbolehkannya dengan para ojek, apakah itu ojek pangkalan maupun ojol mengangkut penumpang tetap mengedepankan prinsip-prinsip menjaga, tidak terjadi kerumunan," sambungnya.

Selama tiga hari ke depan, lanjutnya, pihaknya juga meminta bantu kepada perusahaan aplikasi agar bersama-sama membantu mengawasi para pengemudinya.

"Jadi kami berharap bahwa perusahaan aplikasi memanfaatkan teknologi informasi untuk menjaga agar para driver online ini tidak berkumpul dan berkerumun lebih dari lima orang kami di lapangan akan terus melakukan pengawasan bersama-sama dengan Polda TNI dan juga Satpol PP," pungkasnya. (BDN)