PSBB Ketat DKI, Ariza Lakukan Sidak dan Imbau Pelaku Usaha Disiplin Terapkan Pembatasan

Tajuk.co 13/1/2021 20:05 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, melakukan inspeksi mendadak (sidak) atas pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 di perkantoran, hotel, apartemen, dan mall di Ciputra World 1 & 2, Jakarta Selatan, Rabu siang (13/1). Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengetatan PSBB berjalan maksimal di Provinsi DKI Jakarta pada 11 - 25 Januari 2021.

"Jadi, hari ini saya, atas petunjuk pak Gubernur, melakukan pengawasan, peninjauan, dan penindakan beberapa tempat, seperti, mall, hotel, apartemen, dan perkantoran. Alhamdulillah, sejauh penglihatan dan pengetahaun saya, para pelaku usaha sudah cukup baik, disiplin melakukan protokol kesehatan PSBB," ungkap Ariza usai sidak.

Ariza pun mengatakan, perkantoran sudah memberlakukan pembatasan pekerja sampai 25 persen. "Di perkantoran, saya lihat ada pembatas-pembatas. Tentu, kami, Satpol PP, Disnaker, Dishub, Dinas Pariwisata, terus melakukan pemantauan," tambahnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta telah mengawasi 833 tempat. Dari hasil tersebut, Ariza juga menjelaskan bahwa ada yang dihentikan sementara dan mendapat teguran tertulis. "Selain itu, dari Disnaker melaporkan ada perkantoran yang ditutup, karena terdapat kasus COVID-19 dan melanggar protokol kesehatan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ariza turut berterima kasih kepada pihak perkantoran, hotel, apartemen, dan restoran yang sudah memperlihatkan kedisiplinan dalam menerapkan pembatasan dan protokol kesehatan selama tiga hari pertama pengetatan PSBB. Kedisiplinan sangat membantu upaya mengurangi dan memutus mata rantai penularan COVID-19. 

Pengetatan PSBB tentu berdampak pada pelaku usaha. "Namun, kami minta bersabar dan mari berjuang bersama-sama. Kita pastikan bahwa kasus COVID-19 di Jakarta harus segera menurun," ujarnya. 

Ariza turut mengingatkan, kasus COVID-19 di Jakarta saat ini masih tinggi. "Hasil hari ini, jumlah kasus sampai 3.476. Ini juga disebabkan testing yang meningkat. Pemprov DKI Jakarta selalu memastikan peningkatan testing," ujarnya.

Mengenai pemakaman, Ariza mengungkapkan, penyediaan lahan terus berjalan. Setelah TPU Pondok Rangon dan Tegal Alur hampir penuh, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan pemakaman di Rorotan dan Srengseng Sawah. "Di Srengseng Sawah sudah mulai dari kemarin (12/1), sebagian jenazah penderita COVID-19 dimakamkan di Srengseng Sawah. Prinsipnya, kami memastikan bahwa tempat pemakaman bagi masyarakat umum disiapkan," jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta juga terus memperhatikan tingkat keterisian  tempat tidur di rumah sakit. Ariza mengakui kapasitas terus menipis. Penambahan rumah sakit rujukan juga terus ditingkatkan. Dari sebelumnya 98 RS, kini menjadi 101 RS rujukan.

Menurut data, sambungnya, 27 sampai 30 persen rumah sakit di bawah Pemprov DKI Jakarta diisi oleh warga non-Jakarta. "Apakah Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan lain sekitarnya. Non-Botabek juga ada. Sebagai pemerintah, kami tidak membedakan, siapapun, warga negara, kami akan terima dan layani dengan sebaik mungkin," ucap Ariza.


Dalam sidak kali ini, Ariza turut didampingi Kadisnakertrans Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah; Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin; Plt Kadisparekraf Provinsi DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya; dan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Setalan, Isnawa Adji. 

Berikut data rekap pelanggaran dan penindakan yang dihimpun oleh Satpol PP Provinsi DKI Jakarta dalam pengetatan PSBB per 13 Januari:

A. Masker

- Kerja Sosial = 3490

- Denda = 86

Jumlah = 3.576

B. Restoran/Rumah Makan

- Denda = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan  = 3

- Teguran Tertulis = 6

- Tidak Ditemukan Pelanggaran = 624

Jumlah = 633

C. Perkantoran, Tempat Usaha, Tempat Industri

- Denda   = 0

- Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 3

- Teguran Tertulis = 31

- Tidak di Temukan Pelanggaran = 799

Jumlah = 833

Nilai Denda

- Perorangan = Rp. 14.350.000

- Tempat Usaha Makan Minum/Restoran/Rumah Makan = Rp -

- Tempat Kerja/Kantor/Tempat Industri = Rp -

Jumlah = Rp.  14.350.000