Puluhan Pelabuhan Nyatakan Siap Terapkan Inaportnet

Tajuk.co 18/11/2020 22:55 WIB
image
Penandatanganan Pakta Integritas penerapan Inaportnet di 20 pelabuhan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Foto: tajuk.co/ditjenhubla

Tajuk.co, JAKARTA – Sedikitnya 20 pelabuhan di Indonesia menyatakan siap menerapkan inaportnet.

Kesiapan tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas para Kepala Kantor KSOP, UPP, dan BUP di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Ke-20 pelabuhan tersebut adalah Tanjung Buton, Patimban, Palu, Kuala Tanjung, Kijang, Sunda Kelapa, Tanjung Wangi, Lembar, Kupang, Sampit, Tarakan, Manado, Pare-Pare, Gorontalo, Biak, Bau-Bau, Kepulauan Seribu, Marunda, Muara Angke dan Satui.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengatakan bahwa penandatangan Pakta Integritas ini merupakan  awal dari komitmen bersama dalam mengimplementasikan inaportnet.

“Sistem digitalisasi ini mau tidak mau harus dilaksanakan secepat mungkin pada semua kegiatan termasuk dalam pelayanan di pelabuhan,” kata Agus.

Menurutnya, inaportnet untuk menciptakan transparansi pelayanan operasional kapal dan barang di pelabuhan serta alat monitoring dan evaluasi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan di pelabuhan.

Menurutnya, dengan penerapan Inaportnet pada 20  pelabuhan yang ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas ini akan menambah jumlah pelabuhan yang sudah menerapkan Inaportnet sebelumnya. Hingga saat ini sudah berjumlah 33 pelabuhan, serta satu pelabuhan yang sudah melakukan tanda tangan penerapan Inaportnet dan go live pada tanggal 5 November 2020 yaitu Pelabuhan Khusus Batam.

Rencananya ke-20 pelabuhan yang hari ini melakukan panandatangan Pakta Integritas akan memulai  Go-Live Aplikasi Inaportnet pada tanggal 30 November 2020.

Sementara Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dr.Capt. Antoni Arif Priadi  dalam laporannya mengatakan bahwa sebelum dilakukan penandatanganan Pakta Integritas ini telah dilakukan berbagai tahapan di masing-masing pelabuhan.

"Diantaranya Training of Trainers (TOT) kepada para operator dari Kantor KSOP dan UPP, Uji Coba infrastruktur, Uji Coba Sistem BUP, Pra SIT Pelabuhan (remote), Refeshment terhadap operator KSOP dan UPP, Sosialisasi kepada pegguna jasa serta uji coba SIT secara real kedatangan kapal," kata Antoni. (HAS)