Rakyat Ingin Melihat Kualitas Orisinal Pemimpinnya

Tajuk.co 19/20/2019 11:20 WIB
image
Sudirman Said dan Cawapres Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan jumpa wartawan, Selasa (14/1/2018) di Jakarta. Foto: Tajuk.co

Tajuk.co JAKARTA – Rakyat ingin melihat kualitas orisinal pemimpinnya dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Dengan begitu rakyat bisa menilai apakah pemimpinnya mampu mengurus negara dan menyelesaikan beragam persoalan bangsa. 

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyatakan hal itu dalam sebuah diskusi yang membahas debat pertama Pilpres, Sabtu (19/1) di Jakarta.

“Karenanya belajar dari debat Pilpres pertama, sebaiknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebaiknya tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada kedua paslon dalam seri debat berikutnya. Ini penting agar rakyat dapat menilai respon spontan dan orisinal calon pemimpinnya,” ujar Sudirman.

Lebih lanjut Sudirman mengharapkan, sebagai penyelenggara debat, KPU benar-benar memfasilitasi masyarakat untuk mengetahui kemampuan asli calon pemimpinnya. Bukan kemampuan tim sukses yang menyusun jawaban-jawaban pertanyaan debat yang sudah dibocorkan kisi-kisinya.

Jika pola debat Pilpres pertatama dilanjutkan, Sudirman khawatir rakyat tidak akan mengetahui dengan utuh kemampuan calon pemimpinnya. Dan ini merugikan masyarakat pemilih.


Sudirman menjelaskan, dalam mengurus negara, persoalan bangsa datang spontan. Dan jawabannya juga perlu spontan karena tidak ada kisi-kisi untuk menjawab persoalan yang datang tersebut.

Sudirman juga berharap, debat Pilpres berikutnya tidak terjebak dalam prosesi acara yang menyita waktu. Dengan demikian para kandidat memiliki waktu yang lebih untuk memaparkan visi, misi, dan program yang akan dilakukannya jika kelak dipercaya rakyat memimpin bangsa.

“Ini penting bagi masyarakat untuk mendalami pikiran-pikiran calon pemimpinnya,” tambah Sudirman lagi. (HIP)