Sanksi Denda Pelanggaran PSBB DKI Capai Rp 1,1 Miliar, Terbanyak dari Perseorangan

Tajuk.co 27/7/2020 19:48 WIB
image
Dua orang pelanggar PSBB sedang menjalani sanksi sosial berupa menyapu jalan raya. Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan aturan bagi pelanggar PSBB dapat memilih, yaitu sanksi sosial atau sanksi denda (Foto: Dok Kota Administrasi Jakarta Timur)

Tajuk.co, JAKARTA - Sejak Pemprov DKI Jakarta resmi menetapkan masa PSBB Transisi Fase I hingga fase perpanjangan saat ini, tercatat telah terkumpul sejumlah uang sebesar Rp 1,1 miliar dari pelanggaran sanksi denda PSBB.

Dari informasi yang diterima tajuk.co per Senin (27/7), nilai denda yang masuk tersebut rinciannya adalah dari perorangan sejumlah Rp 692.160.000; Tempat/Fasilitas Umum sejumlah Rp 268.850.000; dan Kegiatan Sosial Budaya sejumlah Rp 171.500.000.

“Total denda uang tunai yang akan disetorkan melalui kas daerah sejumlah Rp 1.132.510.000,” jelas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam konferensi pers di balai kota, Senin (27/7).

Penindakan berupa sanksi denda tersebut sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 41 Tahun 2020. Sehingg, Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta secara aktif melakukan pengawasan hingga penegakan aturan di seluruh wilayah DKI Jakarta, yaitu pada Tempat/Fasilitas Umum, Kegiatan Sosial Budaya, dan Pelanggaran Perseorangan Tidak Memakai Masker.

"Pada 26 Juli 2020, Satpol PP DKI Jakarta memberikan 10 Sanksi Teguran Tertulis di Tempat/Fasilitas Umum, serta bagi pelanggaran tidak memakai masker oleh perseorangan diberlakukan Sanksi Kerja Sosial kepada 1.125 orang dan Sanksi Denda berupa uang tunai kepada 107 orang," imbuhnya.

Sementara hasil rekap sejak 5 Juni 2020 hingga 26 Juli 2020, terdapat total 427 Sanksi Teguran Tertulis, 4.391 Sanksi Denda, 26 Sanksi Penyegelan, 39.769 Sanksi Kerja Sosial. (BDN)