Satgas COVID-19: Jangan Gunakan GOR untuk Isolasi Mandiri

Tajuk.co 15/9/2020 23:47 WIB
image
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.(Foto:Istimewa)

Tajuk.co, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID 19 Letjen Doni Monardo mengimbau DKI Jakarta untuk tidak sembarang dalam menentukan tempat isolasi. Salah satunya adala Gedung Olah Raga (GOR).

Hal tersebut merespons rencana DKI Jakarta untuk menggunakan GOR atau balai sebagai tempat isolasi mandiri.

"Kami sampaikan pesan kepada Gubernur DKI, untuk sementara jangan lagi gunakan tempat-tempat misalnya GOR, balai-balai yang mungkin kualitasnya tidak memadai sehingga kenyamanan masyarakat yang mendapat perawatan bisa lebih maksimal," kata Doni dalam konferensi pers secara daring, Senin (14/9/2020).

Doni menuturkan, pemerintah pusat sudah bersepakat untuk memperbanyak lokasi isolasi mandiri.

Keputusan tersebut diambil agar masyarakat tidak melakukan isolasi mandiri di daerah atau rumah kondisi tidak layak.

Pertama, pemerintah menggunakan Wisma Atlet sebagai tempat perawatan. Ia menuturkan tower 6 dan 7 masih memiliki ranjang kosong mencapai 3.000 ranjang.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan flat isolasi mandiri di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet.

Tower 5 memiliki kapasitas 1.600 ranjang dan baru terisi 85 ranjang. Pasien bisa langsung menggunakan fasilitas selama sudah mendapat rekomendasi atau rujukan puskesmas. Kedua, pemerintah sudah bekerja sama dengan hotel bintang 2 dan 3.

Hotel ini berada di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan jika Tower 4 dan 5 Wisma Atlet tidak mampu menampung untuk isolasi mandiri.

"Kita telah siapkan hotel di wilayah terdekat baik di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan sehingga kekhawatiran masyarakat tentang penuhnya ruang isolasi ini bisa kita carikan solusinya," kata Doni. 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menambahkan, setidaknya ada 10 hingga 15 hotel yang dapat digunakan untuk isolasi mandiri dengan total kapasitas 1.500 kamar atau 300 orang. Hotel tersebut terdiri atas jaringan hotel bintang 2 dan 3 seperti IBIS, Harris, Accord hingga Novotel.

Ia pun mengklaim jumlah hotel bisa bertambah dan bisa digunakan di luar DKI Jakarta.

"Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15 hingga 30 hotel jika diperlukan. Di samping itu hotel-hotel tersebut juga siap membantu pemerintah bila memerlukan hotel untuk isolasi di luar Jakarta," kata Terawan.

Rencana penggunaan GOR sebagai sarana isolasi mandiri disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria.

"Kami di internal sudah mempersiapkan GOR-GOR ke depan yang akan kami siapkan," klaim politikus Partai Gerindra itu di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020).

Politikus Partai Gerindra ini mengaku, Pemprov DKI tak hanya menambah tempat tidur rumah sakit hingga 20 persen saja, tetapi akan ditingkatkan sebanyak 300 persen dari total keseluruhan.

Pasalnya, Gubernur Anies memprediksi pada 17 September 2020 nanti jika PSBB terus dilonggarkan, rumah sakit akan penuh. Ia pun mengatakan, Pemprov DKI berjanji akan menambah tempat tidur sebanyak 13.368. (BDN)