Saudi Longgarkan Pembatasan Negara Akhir 2020

Tajuk.co 15/9/2020 06:53 WIB
image

Tajuk.co, SAUDI -- Pemerintah Arab Saudi berencana melonggarkan seluruh pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) mulai akhir 2020 hingga awal 2021.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan mereka akan mencabut penangguhan penerbangan internasional mulai 15 September 2020, enam bulan setelah pembatasan perjalanan karena adanya pandemi virus corona.

Dilansir Arab News, Senin (14/9), Saudi mengungkapkan bahwa akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut setelah 1 Januari 2021 pada tanggal tertentu, yang akan diumumkan pada Desember 2020.

Dijelaskan lebih lanjut oleh kementerian itu bahwa warga di negara kawasan Teluk dan non-Saudi dengan izin tinggal "iqama" atau visa kunjungan dapat memasuki Saudi mulai 15 September. Namun, mereka memberikan syarat telah dites dan dinyatakan negatif virus corona dalam 48 jam sebelumnya.

"Kategori luar biasa" lainnya, seperti pegawai pemerintah dan militer, pekerja kedutaan asing dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis, juga akan diizinkan masuk dan keluar mulai 15 September.

Lalu keluarga yang dipisahkan oleh penguncian wilayah (lockdown) juga dapat melakukan perjalanan untuk bergabung dengan orang yang mereka cintai di luar kerajaan, karena pihak berwenang telah memasukkan mereka dalam pengecualian.

Warga Saudi dengan bukti domisili di luar Saudi juga dapat melakukan perjalanan, dan akan ada langkah bertahap untuk mencabut penangguhan ibadah haji serta umrah.

Mengenai izin umroh, hingga saat ini belum ada informasi terkait negara mana dan siapa saja yang boleh melaksanakannya dalam waktu dekat. Namun, seiring dengan dicabutnya larangan izin berkunjung ke Arab Saudi kepada seluruh negara, pemerintah setempat akan mengumumkan rencana untuk membuka izin pelaksanaan umrah secara bertahap.

Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional pada Maret, menyebabkan banyak warga negara itu terdampar di luar negeri.

Arab Saudi berusaha menahan lonjakan infeksi virus corona di negara itu. Saat ini, laju kasus positif Covid-19 telah meningkat menjadi lebih dari 325 ribu kasus dan lebih dari 4.200 kematian. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara Timur Tengah lain. (FHR)