Sebanyak 6.394 Personel Gabungan Bakal Kawal Demo Hari Buruh di Jakarta

Tajuk.co 30/4/2021 23:14 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Polisi menerjunkan setidaknya 6.394 personel gabungan dari Polri-TNI untuk mengawal aksi buruh dalam memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day pada Sabtu (1/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan aksi May Day yang dilakukan serentak oleh sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa itu akan terpusat di tiga titik.

Masing-masing yakni, Kantor Organisasi Buruh Internasional atau ILO di Jalan MH Thamrin, Patung Kuda, dan depan Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Kalau perlu kita kawal, 6.394 personil yang akan kita turunkan gabungan TNI, Polri, dan Pemda," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (30/4).

Dia mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan aksi tersebut. Ia meminta buruh agar mematuhi protokol kesehatan selama menjalankan aksi.

Yusri turut mengingatkan potensi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia akan menyerupai India jika tak mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, ia mengingatkan lonjakan kasus di DKI yang selalu teratas.

"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai terjadi seperti negara India. Kita tahu India hampir ada 300 ribu yang positif, yang meninggal 8 ribu lebih," katanya.

Yusri mengatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika massa aksi tak mematuhi protokol kesehatan. Pengawalan akan dilakukan mulai titik kumpul aksi, maupun titik keberangkatan. Pihaknya juga telah menyiapkan posko kemanusiaan.

"Mulai dari titik kumpul sudah kita lakukan penjagaan, ketika berangkat kita siapkan pengamanan. Di Patung Kuda kita siapkan posko kemanusiaan," katanya.

Yusri mengaku tak bisa memperkirakan jumlah massa yang akan turun ke jalan menggelar aksi tersebut. Namun, katanya, aksi akan dilakukan secara maraton sejak pagi hingga sore.

Selain itu, aksi juga tak hanya di lakukan di Jakarta, sejumlah organisasi buruh juga ada yang mengirim pemberitahuan pelaksanaan aksi di pabrik mereka masing-masing, termasuk perayaan May Day secara virtual.

"Estimasi massa, ada puluhan titik yang kita tahu, ada yang virtual, ada yang baksos, kita enggak bisa tentukan, tapi mereka akan menaati prokes," katanya. (FHR)