Sebelas Tahun Buron, Pelarian Joko Tjandra Terhenti di Malaysia

Tajuk.co 30/7/2020 23:55 WIB
image
Pemilik Mulia Group, Joko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta setelah tertangkap di Malaysia, Kamis (30/7/2020).

Tajuk.co, JAKARTA - Setelah sebelas tahun lamanya kucing-kucingan dengan aparat keamanan, Buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra akhirnya berhasil diamankan. Pemilik Mulia Group itu ditangkap saat tengah berada di Malaysia.

“Malam ini sudah kita buktikan dengan adanya penangkapan dan sudah dijemput Kabareskrim di Malaysia dan saat ini sedang dalam perjalanan,” kata Argo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam.

Belum ada keterangan resmi terkait proses hukum selanjutnya, Argo mengatakan masalah tersebut akan disampaikan langsung oleh Kabareskrim Polri selaku pemimpin operasi penangkapan.

“Pada prinsipnya komitmen dari kita semua, kita akan menangkap pak Djoko Tjandra. Kenyataannya kita berhasil dan malam ini juga dalam perjalanan ke Jakarta,” jelas Argo.

Adapun proses pelarian Joko Tjandra ditengarai pasca Majelis PK Mahkamah Agung (MA) memvonis Direktur PT Era Giat Prima, Joko Tjandra bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara. Selain itu, Djoko Tjandra juga dihukum membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.

Sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009 dijatuhkan, Joko kabur lebih dulu meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby, Papua Nugini. Joko kemudian diketahui telah pindah kewarganegaraan menjadi Papua Nugini pada Juni 2012.

Joko sempat kembali ke tanah air untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) terkait perkara yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 8 Juni 2020 lalu.(BPP)