Selain Sita Kapal, Mesir Juga Beri Denda Pemilik Ever Given Rp13 T

Tajuk.co 14/4/2021 22:18 WIB
image

Tajuk.co, KAIRO -- Otoritas Mesir menyita kapal kargo raksasa MC Ever Given yang terjebak di Terusan Suez selama hampir sepekan pada Maret lalu.

Pengadilan Mesir juga memerintahkan pemilik kapal Jepang itu Shoei Kisen Kaisha untuk membayar US$900 juta atau Rp13,16 triliun (Kurs Rp14.628 per dolar AS) sebagai kompensasi atas kerugian selama kapal tersebut menghalangi lalu lintas Terusan Suez.

Kompensasi itu juga termasuk biaya pemeliharaan dan operasi penyelamatan.

Shoei Kisen Kaisha mengatakan perusahaan asuransi dan pengacara sedang mengajukan klaim kompensasi, dan menolak berkomentar lebih lanjut atas hukuman itu.

Sementara UK Club, perusahaan asuransi perlindungan dan ganti rugi untuk Ever Given mengatakan mereka telah menanggapi klaim dari Otoritas Terusan Suez sebesar US$916 juta, dan mempertanyakan dasar hukuman itu.

"Terlepas dari besarnya klaim yang sebagian besar tidak didukung, pemilik dan perusahaan asuransi mereka telah bernegosiasi dengan itikad baik dengan SCA. Pada 12 April, sebuah tawaran yang dipertimbangkan dengan hati-hati dan murah hati dibuat kepada SCA untuk menyelesaikan klaim mereka," tulis pernyataan tersebut Selasa (13/4) lalu.

UK Club juga menyebut hal itu merupakan penjamin Ever Given untuk kewajiban pihak ketiga tertentu termasuk klaim gangguan atau masalah infrastruktur, tetapi bukan penjamin untuk kapal itu sendiri atau kargo.

Meski demikian, UK Club meyakini bahwa besarnya tagihan klaim yang diajukan kepada mereka tak valid. Pasalnya SCA belum memberikan pembenaran rinci untuk klaim jumbo yang meliputi US$ 300 juta untuk penyelamatan dan klaim US$300 juta untuk hilangnya reputasi Terusan Suez itu.

Selain itu, menurut UK Culub tak ada kerusakan atau kecelakaan yang dilaporkan pada saat penyelematan dilakukan. Kemudian kapal tersebut telah berhasil diapungkan kembali setelah enam hari dan Terusan Suez dapat segera melanjutkan operasi komersialnya.

"Klaim yang diajukan oleh SCA juga tidak termasuk klaim penyelamat profesional untuk layanan penyelamatan mereka yang pemiliknya dan penjamin emisi lambung mereka mengharapkan untuk menerima secara terpisah, "kata UK Club.

Seperti diketahui, operasi penyelamatan internasional bekerja siang-malam untuk mengeluarkan kapal Ever Given dari tepi kanal.

Upaya tersebut semakin meningkat mengingat pentingnya jalur perairan tersebut bagi perdagangan global terutama karena kapal-kapal dari seluruh dunia yang membawa bahan bakar dan kargo penting tak dapat memasuki kanal.

Lebih dari 400 kapal diblokir agar tidak melewati jalur pelayaran penting itu ketika Ever Given kandas pada 23 Maret.

The Ever Given berhasil diapungkan kembali pada tanggal 29 Maret dan dipindahkan ke Great Bitter Lake di dekatnya untuk diperiksa kelayakannya dan memungkinkan perbaikan dilakukan.

Saat ini, kargo kapal telah disita sampai perselisihan diselesaikan, menurut Otoritas Terusan Suez. Sementara penyebab terjebaknya kapal tersebut masih diselidiki secara terpisah oleh pihak berwenang Mesir. (FHR)