Sidak Pasar Klender, Walikota Jakarta Timur Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Tajuk.co 5/7/2020 20:13 WIB
image
Walikota Jakarta Timur sidak protokol kesehatan di Pasar Klender Jakarta Timur (Foto: Dok Kota Administrasi Jakarta Utara)

Tajuk.co, JAKARTA - Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, merupakan salah satu kluster COVID-19 pasca pemeriksaan swab tes dinyatakan puluhan pedagang terpapar positif COVID-19.

Oleh karena itu, Walikota Jakarta Timur M. Anwar melakukan sidak ke pasar yang berlokasi di Kecamatan Duren Sawit tersebut pada Minggu (5/7/2020).

Langkah itu dilakukan, sebagai wujud nyata untuk memutus mata rantai COVlD-19 saat diberlangsungkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi fase kedua.

Dalam tinjauanya, Wali Kota memberikan imbauan tegas dalam mensosialisasikan penting penerapan 3 M (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan) bagi para pedagang dan pengunjung pasar agar terhindar dari penularan COVID-19.

Dalam sidak kali ini, meskipun penyediaan protokol kesehatan tersedia, Wali Kota masih menemukan sejumlah pelanggaran, baik dari pedagang atau pengunjung Pasar Perumnas Klender.

"Di depan memang cukup disediakan sarana cuci tangan dan bilik disinfektan. Tapi nyatanya, di dalam banyaknya pelanggan ditemukan, khususnya kesadaran warga tidak menggunakan masker dan jaga jarak aman," katanya.

Ia meminta agar pengawasan bagi pedagang dan pengunjung perlu ditingkatkan. Dan itu harus berjalan dengan baik. Bukan sekedar pengawasan.

"Saat transisi ini sangat menentukan kedepanya dan pentingnya protokol kesehatan diterapkan. Kita lihat tadi tidak tertatanya pintu keluar masuk buat pengunjung atau pedagang, masih banyak pedagang dan pengunjung yang tidak memakai masker," paparnya.

Ditambahkan Anwar, pemakaian masker ini bukan hanya untuk kesehatan diri sendiri, melainkan juga untuk kesehatan banyak orang.

"Diharapkan, agar pengelola bersinergi bersama perangkat kelurahan, sehingga kenyamanan dan keamanan dapat terjaga menuju masyarakat dan wilayah Jakarta Timur terbebas dari ancaman penularan bahaya virus corona," tandasnya. (BDN)