Sosialisasi BKKBN, 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah Usia Emas

Tajuk.co 20/9/2022 07:51 WIB
image
Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Munawar Asikin menyampaikan sosialisasi BKKBN di Jakarta Pusat, Minggu (18/9)

Tajuk.co, JAKARTA -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Sosialisasi Bangga Kencana bersama Mitra Kerja di Provinsi DKI Jakarta, Minggu (18/9) di Masjid Al-Furqon, Jln Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Hadir sebagai narasumber Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Munawar Asikin SSi MSE, Ka Bid Penggerakan Dan Ketahanan Keluarga DPPAPP Drs Ibni Soleh MSi dan Plt Kasi PK2 Sudin PPAPP Jakarta Pusat Mira Fitriati, SE MSi. Hadir secara daring Anggota Komisi IX DPR RI Dr Kurniasih Mufidayati.

Asikin mengatakan BKKBN mendapatkan amanah untuk menjadi leading sector percepatan penurunan stunting sebagaimana amanah di Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Amanah Perpres ini adalah semangat percepatan penurunan stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan.

Asikin mengungkapkan stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sejak kehamilan hingga bayi dua tahun.

"1.000 Hari Pertama Kehidupan ini adalah golden age, masa keemasan enak sehat harus bagus kondisinya lahir batin. Seribu hari ini adalah 270 hari selama dalam kandungan dan 730 hari setelah kelahiran atau sampai umur dua tahun," ungkap Asikin.

Asikin mengungkapkan, semua pihak harus bergandengan tangan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Sebab, kata dia, angka stunting di Indonesia saat ini tergolong masih tinggi.

"Ada 24,4 persen anak-anak tumbuh tidak sesuai dengan harapan kita atau menjadi anak stunting. Artinya dari 100 anak ada 24 anak yang stunting. Di DKI ada 14 persen sehingga perlu ada program percepatan penurunan stunting bersama-sama bergandengan tangan," papar dia.

Asikin mengatakan, pertumbuhan anak yang kena stunting tinggi badannya tidak sesuai dengan rata-rata anak normal. "Kaidahnya anak stunting pasti pendek, tapi pandek belum tentu stunting," tegas Asikin.

Saat ini pemantauan perkembangan tumbuh kembang anak bisa dipantau dengan aplikasi kartu kembang anak online. "Jadi ketahuan anak kita di tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan sampai seterusnya bisa terpantau," ujar dia. (FHR)