Kelakar Jokowi Tak Ada Lagi Roti dan Nasi, Tiap Pagi Sarapan Angka

Tajuk.co 23/7/2020 13:30 WIB
image
Presiden RI, Joko Widodo (foto: The Jokowi Center)

Tajuk.co, JAKARTA - Presiden Joko Widodo, sedikit berkelakar bahwa setiap pagi hari dirinya tidak lagi sarapan roti atau nasi sekalipun. Namun sejak pandemi virus Corona/Covid-19 menjangkit di Indonesia, dirinya hanya sarapan angka-angka. Tidak seperti bawahannya apakah, Menteri atau Kepala Lembaga lainnya yang sarapan secara normal.

"Saya seneng, saya setiap pagi hari dapat angka-angka. Sarapannya angka, kalau bapak-ibu mungkin sarapannya nasi goreng atau roti. Kalau saya sarapannya angka-angka setiap hari," kata Presiden Jokowi dalam pidatonya secara live pada acara Peluncuran Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8/2020).

Menurut Presiden Jokowi, meski tiap pagi hari dirinya selalu disodori data-data soal angka oleh anak buahnya. Dirinya cukup merasa senang jika data angka-angka yang disodorkan adalah hasil dari pertumbuhan angka yang positif. Begitu juga dengan berbagai program kebijakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah, dimana hasilnya saat ini terbilang cukup baik. Apakah itu bantuan sosial, bantuan langsung tunai atau bantuan sembako.

"Saya seneng bahwa sudah ada angka-angka yang baik. Konsumsi sudah mulai terungkit (bangkit), meningkatnya peredaran uang dibawah, karena adanya BLT, bansos dan bantuan sembako. Itu akan mempengaruhi daya beli dan kosnsumsi rumah tangga konsumsi masyarakat," ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan bahwa, pandemi virus Covid-19 yang terjadi secara global menyebabkan kurang lebih 215 negara didunia mengalami pandemi Covid-19 dan juga krisis ekonomi yang sama. Begitupun dengan Indonesia. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak, untuk bergerak bersama membangun ekonomi bangsa ditengah keterpurukan.

"Kita berharap dikuartal ketiga, ekonomi kita sudah harus naik lagi. Kalau engga, saya engga ngerti lagi. Betapa akan lebih sulit kita. Oleh karena itu, saya mengajak pada kita semuanya, untuk bergerak menumbuhkan ekonomi. Agar tidak semakin turun, tapi semakin bisa diungkit kembali naik," katanya. (TIO)