Taksi Terbang Akan Uji Coba di Bali

Tajuk.co 2/9/2021 15:12 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Taksi Terbang EHang 216 akan menjalani uji terbang pada Oktober 2021 di Bali. Prestige Image Motocars sebagai pengimpor mobil-mobil mewah dan operator kendaraan ini sedang melakukan persiapan dan mengurus perizinan agar proses uji terbang berjalan tanpa kendala.

"Jadi rencana di Bali dengan estimasi Oktober," kata Presiden Direktur Prestige Image Motocars Rudy Salim, Kamis (2/9).

Ia menyebutkan proses perizinan masih dalam pengurusan kepada departemen terkait. Namun ia tidak mengurai sejauh mana proses perizinan itu.

"Jadi bagian perizinan sedang mengurus, saya kurang tahu pasti," ujar Rudy.

Rudy melanjutkan pihaknya juga berencana menjadi yang pertama dalam memasarkan kendaraan jenis ini di Indonesia. Rudy, hanya saja belum dapat membocorkan berapa estimasi harga jika mobil ini dijual.

"Masih belum ada harga, masih dihitung," ucap dia.

Lebih lanjut, ia berharap mobil terbang ke depan dapat menjadi model transportasi alternatif terjangkau serta ramah lingkungan di Indonesia.

Taksi terbang yang dibawa ke Indonesia ini merupakan EHang 216, atau disebut Autonomous Aerial Vehicle (AAV) yang diproduksi Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. Ltd dan berbasis di China.

EHang juga bisa dikatakan sebagai drone raksasa dengan 16 baling-baling pada 8 lengannya dan dapat terlipat. Kemudian saat parkir kendaraan ini hanya butuh ruang 5 meter. Sama seperti drone pembawa kamera, kendaraan ini juga bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal sehingga tidak membutuhkan landasan besar.

Saat terbang EHang tidak dikemudikan langsung, melainkan dikendalikan penuh melalui pusat kontrol dari daratan.

Kendaraan masa depan ini menggunakan tenaga listrik yang baterainya disebut bisa dicas penuh dalam satu jam. Sedangkan kemampuannya sanggup mengangkut berat 220 kg dan kecepatan maksimalnya 130 km per jam, serta ketinggian sekitar 3.000 m.

Taksi dengan dimensi lebarnya 5,6 meter dan tinggi 1,7 meter ini bisa mengudara sembari mengangkut dua orang.

Sistemnya juga canggih dengan teknologi otonom yang diakui dapat meminimalisir kegagalan pengoperasian akibat kesalahan manusia.

E-Hang juga menggunakan 4G atau 5G sebagai saluran transmisi nirkabel untuk komunikasi dengan pusat komando dan kendali.

Rudy pernah menjelaskan mobil terbang bernama E-Hang ini rencananya dapat dioperasikan untuk berbagai kebutuhan mulai dari transportasi hingga pengangkut logistik. Pihaknya juga sudah mengajukan perizinan dan regulasi agar taksi terbang ini bisa lepas landas bakal diuji coba. (FHR)