Terdampak Corona Penjualan Mobil Turun 90%

Tajuk.co 16/5/2020 15:27 WIB

Tajuk.co, JAKARTA - Penjualan mobil di Indonesia terus terpuruk karena terdampak pandemi virus corona. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, memprediksi industri manufaktur roda empat hanya mampu mencatat angka penjualan sekitar 600 ribu unit hingga akhir tahun. Jumlah itu menurun hampir 44 persen dari tahun lalu yang terserap pasar sekitar 1,70 juta unit.

Gaikindo berasumsi, pada pertengahan April kondisi pasar pada Juni-Juli sudah mulai membaik. Sementara pada Bulan Agustus diharapkan penjualan mobil nasional kembali normal. Namun Nangoi sedniri pesimistis asumsi-asumsi tersebut bisa tercapai mengingat badai corona tidak kunjung mereda selama Mei meskipun pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semakin meluas.

"Kami memprediksi penjualan tahun ini 600 ribu unit. Tapi itu prediksi di pertengahan April dan melihat kondisi bulan Mei yang sedang berjalan, terus terang saya was-was, karena kemungkinan 600 ribu akan sangat berat sekali," kata Yohannes Nangoi.

Prediksi itu didukung riset MarkPlus yang menyebut ada koreksi presentase jumlah konsumen yang membeli kendaraan baru hingga awal kuartal 2021. Sebelum ada wabah corona, diprediksi 28 persen konsumen membeli mobil pada kuartal 2 tahun 2020, namun sesudah wabah angkanya turun menjadi 10 persen.

Lalu, presentasenya terkoreksi pada kuartal 3 tahun 2020 dari 18 persen menjadi 7 persen. Pada kuartal 4 tahun 2020 yang diprediksi pembelian mobil meningkat 39 persen, malah merosot menjadi 22 persen setelah wabah usai, sedangkan awal 2021 menurun lagi di angka 22 persen.

Berdasarkan data Gaikindo, jumlah distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) anjlok hingga sekitar 90 persen per April 2020. Nangoi menyebut bahkan angkanya tidak sampai menyentuh 8.000 unit.

Sementara penjualan mobil dari diler ke konsumen (retailsales) secara nasional hanya sekitar 24 ribu unit per April 2020. Menurutnya, semakin banyak daerah yang memberlakukan PSBB dan menjelang Lebaran di bulan Mei, sehingga penjualan mobil diprediksi akan lebih rendah dibanding April.

"Ini pukulan yang luar biasa. Saya bisa katakan ini penjualan terendah selama 10-15 tahun terakhir ini," pungkasnya. (KSL)