Tidak Ada Ketentuan SIKM dalam PSBB Jilid II, Tapi Warga Disarankan Isi Ini

Tajuk.co 14/9/2020 23:57 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengesahkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020 sebagai landasan dalam PSBB Jilid II atau Pengetatan PSBB.

Dalam PSBB yang berlaku selama dua pekan per 14 September 2020 tersebut, dijelaskan tidak ada ketentuan keluar-masuk bagi warga yang ingin melintasi wilayah DKI Jakarta, atau yang biasa disebut dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun regulasi bagi warga yang ingin memasuki wilayah Jakarta disarankan untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

“Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta,” Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam siaran pers yang diterima tajuk.co, Senin (14/9).

Diketahui, saat pemberlakuan PSBB pada 10 April 2020 hingga 3 Juni 2020, diberlakukan kebijakan SIKM yang diatur secara detil oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan tersebut, dihapuskan saat pemberlakukan PSBB Transisi pada 4 Juni 2020 hingga 13 September 2020. Saat ini, dalam Pengetatan PSBB kebijakan SIKM ini kembali tidak diberlakukan. (BDN)