Transaksi Online Produk Kosmetik Naik 80%

Tajuk.co 24/11/2020 23:01 WIB
image
Bisnis kosmetika secara online selama pandemi Covid-19 meningkat hingga 80% dibanding tahun lalu. (foto: theguardian)

Tajuk.co, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, adanya kenaikan transaksi online produk kosmetik sebesar 80% seiring terjadinya pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah terus mendorong para pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk bisa mencari peluang usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19. Karena, adanya adaptasi kebiasaan baru akibat pendemi, telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online. 

Di tengah tekanan pandemi COVID-19, capaian nilai ekspor produk kosmetik Indonesia menembus USD317 juta atau sekitar Rp4,44 triliun pada semester I 2020 atau naik 15,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional, termasuk sektor kosmetik, mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 5,59 persen.

"Social distancing menyebabkan konsumen menjadi lebih banyak waktu di rumah, sehingga lebih banyak waktu merawat kulit, badan, dan rambut. Akibatnya belanja permintaan untuk perawatan di rumah semakin meningkat, menggantikan kebutuhan salon dan spa," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih pada pembukaan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Menurut Gati, untuk memenuhi permintaan konsumen yang melonjak tersebut, Kemenperin mendorong agar pelaku IKM kosmetik terus meningkatkan produktivitasnya. Dengan peningkatan produktovitas, maka akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk itu, kami juga meminta kepada mereka bisa berinovasi dalam menciptakan produk dan menjalankan bisnisnya," ungkap Gati.

Lebih lanjut Gati mengatakan, penyelenggaraan kegiatan Virtual Expo IKM Kosmetik 2020 yang diikuti oleh 35 pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, diyakini dapat menjadi wadah bagi para IKM kosmetik, spa, dan produk spa untuk memperluas akses pasarnya. "IKM ini kami ajak untuk ikut dalam virtual expo. Selain sebagai sarana pemasaran produk, juga untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk kosmetik dalam negeri. Selain itu, meningkatkan kapasitas bisnis dan meningkatkan awarenessIKM terhadap produk kosmetik lokal yang aman dan terjangkau," ujarnya.  (TIO)