Tunangan Khashoggi Harapkan Bantuan Pemerintahan Baru AS

Tajuk.co 18/2/2021 19:33 WIB
image
Kashoggi dan Hatice Cengiz. Foto: scf

Tajuk.co KOPENHAGEN – Hatice Cengiz, tunangan Jamal Khashoggi, jurnalis yang terbunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki,  berharap pemerintahan baru AS akan menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut.

Berbicara kepada penyiar publik Norwegia, NRK dan surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, Cengiz mengatakan, dia percaya direktur baru intelijen nasional AS, Avril Haines, akan merilis laporan CIA tentang pembunuhan Khashoggi.

Meskipun mengakui adanya hubungan yang kompleks antara AS dan Arab Saudi, Cengiz optimistis Presiden Joe Biden akan mendukung tujuannya untuk mempromosikan hak asasi manusia dan nilai-nilai Amerika.

“Mereka yang mengetahui kebenaran harus mengatakan yang sebenarnya. Dan AS tahu yang sebenarnya. Orang Amerika tahu siapa yang memerintahkan pembunuhan itu dan siapa yang mengirim pembunuhnya ke Istanbul,” katanya.

Cengiz menambahkan, dia telah berbicara dengan politisi dan pemimpin di seluruh dunia untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian tunangannya.

"Anak panah menunjuk ke Putra Mahkota Arab Saudi yang kuat, Mohammed bin Salman," tandas dia.

Ditanya tentang keputusan Netflix untuk tidak menayangkan film dokumenter Brian Fogel berjudul  The Dissident on Khasgoggi, Cengiz meyakini ada alasan ekonomi dan komersial di balik keputusan tersebut.

“Saya masih mendorong semua orang untuk menonton film dokumenter dari platform yang bisa disewa dan atau ditonton itu,” katanya.

Khashoggi diduga dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Pejabat Saudi awalnya menyangkal peran apa pun dalam kematiannya, mereka kemudian berusaha untuk menyalahkan apa yang mereka katakan sebagai operasi rendisi  yang gagal. (HIP)

 

Penjelasan itu telah ditolak secara luas oleh PBB, dan anggota parlemen AS, dan CIA dilaporkan menyimpulkan dalam laporannya yang masih rahasia bahwa Bin Salman secara langsung memerintahkan pembunuhannya.

 

Selama masa jabatannya, mantan Presiden Donald Trump secara konsisten berusaha melindungi pemimpin Saudi dari dampak di tengah protes bipartisan yang meluas.

 

Haines berkomitmen selama sidang konfirmasinya untuk memberikan kepada Kongres laporan komunitas intelijen yang tidak rahasia tentang pembunuhan itu.