Turki Kembangkan Baterai Mobil Listrik Berdaya Jelajah 500 KM

Tajuk.co 2/11/2020 09:23 WIB
image
Mobil Listrik buatan Turki bermerek TOGG. (foto: TRT World)

Tajuk.co, ISTANBUL - Produsen mobil Turki, TOGG mengembangkan baterai untuk mobil listrik tahan lama yang mampu menjelajah hingga 500 kilometer dengan sekali pengisian. Hebatnya, pengisian baterai cukup 80% dari kapasitas maksimumnya dengan lama charging hanya 30 menit saja. Baterai tersebut akan digunakan pada mobil listrik pertama yang dibuat pabrikan Turki tersebut.

Guna memperoleh baterai dengan kapasitas energi besar tersebut, TOGG menggandeng produsen baterai global terkemuka, Farasis Energy asal China. Mereka mengembangkan teknologi katoda MNC yang terbuat dari nikel, mangan, dan kobal oksida yang  akan digunakan dalam baterai lithium-ion untuk mobil listrik. Cuitan akun twitter resmi TOGG Turki menyebutkan katoda MNC mampu mengoptimalkan energi dan kepadatan daya.

Struktur baterai terdiri dari sel jenis kantong dengan kepadatan energi tinggi yang digunakan dalam modul baterai ditutup atau dilapisi aluminium, sehingga memiliki kekuatan tinggi. Untuk memastikan baterai memiliki masa pakai, kinerja dan keamanan maksimum, digunakan sistem pendingin cairan yang sangat efisien dan inovatif.

Holding Raksasa Turki

TOGG merupakan Holding yang dibentuk pada Juni 2018 oleh lima raksasa industri - Anadolu Group, BMC, Kök Group, Turkcell dan Zorlu Holding. Kelimanya bergandengan tangan dengan organisasi payung Persatuan Kamar Dagang dan Pertukaran Komoditi Turki (TOBB). Holding bertujuan memproduksi kendaraan bermerek TOGG guna mewujudkan tujuan jangka panjang Turki untuk memproduksi mobil yang sepenuhnya buatan Turki. Rencananya mereka akan meluncurkan prototipe mobil listrik pertamanya pada 27 Desember.

TOGG akan memproduksi lima model berbeda - SUV, sedan, C-hatchback, B-SUV dan B-MPV - pada tahun 2030 dan memiliki hak kekayaan intelektual dan industri masing-masing. Produksi massal SUV akan dimulai pada 2022, dengan sedan diproduksi belakangan.

CEO TOGG, Gurcan Karakas mengatakan, TOGG dan Farasis akan melakukan proyek bersama di masa depan. Berbagai produk TOGG akan menggunakan baterai yang diproduksi oleh kerjasama keduanya. Dalam kesepakatan, sel baterai akan disediakan oleh Farasis dan modul serta paket baterai akan dikembangkan dan diproduksi bersama di Turki.

“Sebelum kerjasama ini disepakati, sejak 2018 kami telah mengevaluasi lebih dari 30 pemasok baterai global, termasuk kemungkinan kolaborasi domestik. Farasis lah yang paling memenuhi kriteria teknis, komersial, dan strategis sebagai mitra bisnis kami,” ujar Karakas.

Selain memasok baterai, kedua perusahaan juga akan memperluas kerja sama melalui perusahaan patungan, yang akan menggabungkan teknologi Farasis dengan industri otomotif Turki, untuk memberikan solusi baterai penyimpanan energi untuk Turki dan kawasan sekitarnya.

Ketua TOBB, Rifat Hisarcıklıoğlu mengatakan, usaha patungan bersama Farasis akan menjadi inisiatif untuk meningkatkan efisiensi sistem energi Turki. Juga mengurangi ketergantungan pada pasokan energi asing, serta mempercepat pengembangan sistem energi yang bersih dan efisien.

“Kerja sama ini akan melampaui produksi baterai kendaraan listrik dan meningkatkan kompetensi Litbang Turki, memicu produksi kendaraan listrik dan bisnis produk penyimpanan energi non-otomotif,” ujar Rifat.

Pasar Penting

Sementara itu CEO Farasis, Yu Wang mengatakan, Turki adalah salah satu pasar otomotif terpenting di kawasan Asia Kecil dan Timur Tengah. Kerjasama dengan TOGG sangat tepat karena mereka mitra yang sangat inovatif yang melakukan pekerjaan yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, untuk mendukung rencana pertumbuhan ambisius Farasis.

Farasis Energy Inc., pendahulu Farasis Energy Ltd. yang berbasis di Ganzhou China, didirikan di AS pada tahun 2002. Secara bertahap Farasis memperluas bisnisnya ke seluruh China dan Eropa.

Farasis saat ini adalah salah satu produsen sel kantong terbesar untuk pasar baterai, dengan beberapa pusat Litbang global dan lebih dari 4.000 karyawan. Perusahaan ini sebelumnya telah memulai program dengan BAIC, salah satu produsen peralatan asli (OEM) terkemuka di China dan Daimler (Mercedes-Benz) tentang rangkaian solusi baterai kendaraan listrik. (www.aa.com.tr/KSL)