Buntut Penutupan Akun Trump Twitter Kehilangan AS$ 5 Miliar dan Sahamnya Turun 12 Persen

Tajuk.co 12/1/2021 19:19 WIB
image
Foto: yahoo.finance

Tajuk.co NEWYORK – Setelah menutup akun Presiden AS Donald Trump, kinerja saham Twitter Inc terus mengalami koreksi. Pada pentupan Senin harga saham Twitter turun sebanyak 12,3 persen.

Pada Jumat pekan saham twitter pada harga AS$ 51,48 per saham, dan pada pembukaan perdagangan Senin pagi harga saham layanan jejaring sosial yang berbasis di AS itu dibuka pada AS$ 47,16 per saham. Dan kemudian turun ke level $ 45,15 per saham tak lama setelah bel pembukaan pada pukul 9.30 pagi di Pantai Timur AS (1430GMT).

Penurunan tersebut menyebabkan twitter kehilangan AS$5 miliar atau sekitar Rp 70,7 triliun dari kapitalisasi pasar Twitter sebesar AS$ 39 miliar.

Penurunan tiba-tiba terjadi pada hari perdagangan pertama setelah Twitter pada hari Jumat secara permanen melarang akun Trump, yang memiliki sekitar 89 juta pengikut.

Menurut sejumlah analis, larangan itu memicu kemarahan pendukung Trump di Twitter, dan berisiko larinya sejumlah besar pengguna untuk perusahaan, serta menimbulkan pertanyaan tentang regulasi perusahaan itu.

Terkait penutupan akun Trump pihak Twitter mengatakan: "Setelah meninjau secara cermat Tweet baru-baru ini dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko memicu kekerasan lebih lanjut."

Klaim Trump atas penipuan pemilih dan pencurian pemilu dalam pemilihan presiden AS 3 November selama lebih daru dua bulan, serta kejadian penyerbuan gedung Capitol, yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa, membuat Twitter mengambil langkah penutupan akun Trump.

Selain Twitter, raksasa jejaring sosial Facebook juga menangguhkan akun Trump setidaknya selama sisa masa kepresidenannya, hingga 20 Januari. CEO Facebook Mark Zuckerberg berpendapat, presiden yang akan keluar itu berisiko lebih banyak mengalami kekerasan dan Trump diduga bermaksud menggunakan akun FB-nya untuk merusak transisi kekuasaan yang damai. (HIP)