Bursa Transfer Eropa UEFA Ajukan Batas Waktu Penyelesaian Transfer Pemain 5 Oktober

Tajuk.co 19/6/2020 17:28 WIB
image
Foto: uefa.com

Tajuk.co NYON, SWISS – Asosiasi Sepakbola Uni Eropa (UEFA) meminta para anggotanya menetapkan batas waktu transfer berikutnya hingga 5 Oktober 2020. Kebijakan itu mengantisipasi sebagian besar kompetisi liga yang akan selesai jauh lebih lambat dari rencana.

UEFA meminta semua asosiasi anggotanya mengadopsi tenggat waktu yang sama untuk jendela transfer berikutnya. Krisis coronavirus menyebabkan gangguan kegiatan olah raga di seluruh dunia, termasuk epak bola Eropa. Semua liga Eropa tutup selama setidaknya tiga bulan dan Euro 2020 ditunda hingga 2021 tahun depan.

UEFA menunda Euro untuk memfasilitasi liga domestik dan kompetisi level tinggi Eropa diselesaikan. Penundaan tiga bulan untuk sebagian besar kompetisi juga berdampak pada jendela transfer dan registrasi. Banyak liga biasanya menyelesaikan urusan transfer pada Juni. Jendela transfer diundur  agar tidak mengganggu jalannya kompetisi.

Dan UEFA mengajukan batas waktu transfer 5 Oktober. Dan tanggal 6 Oktober menjadi kesempatan terakhir bagi klub untuk mendaftarkan pemainnya ke Liga Champions dan Liga Eropa musim depan.

"Batas waktu pendaftaran pemain untuk babak grup kompetisi klub UEFA 2020-21 telah ditetapkan hingga 6 Oktober 2020. Akibatnya, komite eksekutif UEFA meminta semua asosiasi anggota untuk mengadopsi tanggal akhir yang diselaraskan dengan jendela transfer musim panas mendatang, dengan tanggal ini ditetapkan sebagai 5 Oktober 2020," demikian keterangan komite eksekutif UEFA melalui konferensi video.

Peraturan Financial Fair Play Baru

UEFA juga mengungkapkan peraturan darurat Financial Fair Play (FFP)  baru, dengan mempertimbangkan dampak buruk krisis coronavirus terhadap stabilitas ekonomi dalam olahraga.

Di antara perubahan itu, UEFA mengatakan itu "memberikan fleksibilitas" dengan memungkinkan klub untuk menyesuaikan perhitungan titik impas untuk kekurangan pendapatan pada tahun 2020 dan 2021, memastikan "perlakuan yang sama" dari klub di mana dampak COVID-19 dapat dirasakan dalam periode pelaporan yang berbeda , dan mengakui kekurangan pendapatan disebabkan oleh pandemi daripada kesalahan manajemen keuangan.

UEFA menegaskan komitmennya untuk tujuan utama FFP, karena masih akan memastikan klub memenuhi kewajiban transfer dan gaji tepat waktu, serta melindungi sistem dari "pelanggaran potensial". (HIP)