Upah Nominal Buruh Tani dan Bangunan Agustus 2020 Naik 0,12%

Tajuk.co 15/9/2020 15:00 WIB
image
Upah buruh tani Agustus 2020 naik 0,2%. (foto: Tajuk)

Tajuk.co, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kenaikan upah buruh tani maupun buruh bangunan pada bulan Agustus dibanding bulan Juli 2020. Untuk buruh tani terjadi kenaikan sebesar 0,12%, sedangkan buruh bangunan 0,13%. Upah buruh tani pada bula Juli adalah sebesar Rp55.613 per hari, sementara pada bulan Agustus adalah Rp55.677 per hari.

"Kalau kita lihat pada bulan Agustus 2020 upah nominal buruh tani adalah sebesar Rp55.677 per hari, dan kalau kita bandingkan posisinya dengan bulan Juli berarti secara nominal mengalami kenaikan 0,12%. Jadi nominal buruh tani mengalami kenaikan," kata Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Selain kenaikan upah buruh tani, BPS juga mencatat terjadinya kenaikan upah harian buruh bangunan. Pada bulan Agustus upah buruh bangunan adalah Rp89.872 per hari. Sedangkan pads bulan Juli Rp89.800 atau secara nominal naik 0,08%.

"Karena bulan Agustus terjadi deflasi sebesar 0,05%, maka upah buruh riil bangunan naik sebesar 0,13%," katanya.

Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan bahwa, kondisi pandemi Covid-19 tidak terlalu besar pada sektor pertanian. Karena itu upah buruh tani juga tidak terdampak. Berbeda dengan sektor manufaktur yang begitu terdampak pandemi.

Sedangkan, rata-rata nominal upah buruh potong rambut wanita Agustus 2020 dibanding Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen, yaitu menjadi Rp 28.622 dari Rp 28.607. Sementara upah riil Agustus 2020 dibanding Juli 2020 naik sebesar 0,10 persen, yaitu menjadi Rp 27.285 dari Rp 27.258.

Sementara itu, rata-rata nominal upah asisten rumah tangga Agustus 2020 dibanding Juli 2020 tidak mengalami perubahan, yaitu sebesar Rp 419.864. Namun, upah riil Agustus 2020 dibanding Juli 2020 naik sebesar 0,05 persen, yaitu menjadi Rp 400.252 dari Rp 400.061.

Diketahui, upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sedangkan upah riil buruh atau pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh atau pekerja. (TIO)