UU Penanggulangan Bencana Direvisi Berdasarkan Penanganan Covid

Tajuk.co 18/9/2020 10:11 WIB
image
Ace Hasan Syadzily (Foto: Dpr.go.id)

Tajuk.co, JAKARTA- Politikus Golkar yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menyatakan, pihaknya menyerap masukan para pakar untuk menyusun revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“RUU ini tengah kita fokuskan dan memang diusulkan atas keputusan Komisi VIII sendiri karena pengalaman menangani Covid-19 memperlihatkan banyak kelemahan dari UU sebelumnya,” kata Ace di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Mantan Peneliti LSAF (lembaga studi Agama dan Filsafat) itu menjelaskan, koordinasi antara pusat dan daerah, dalam mitigasi risiko dan pencegahan bencana juga perlu diperkuat. Demikian pula kegamangan pejabat pemerintah menetapkan status bencana sehingga berpotensi menimbulkan masalah hukum di masyarakat karena ada halangan menjalankan kewajiban-kewajiban hukum.

“Kami juga membutuhkan partisipasi publik dengan meminta masukan-masukan langsung dari ahlinya, kemudian melakukan kunjungan langsung di daerah yang rawan bencana agar (pembahasan) RUU ini semakin matang lagi,” ujarnya.

Mantan Ketua Pemuda Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) itu mengharapkan, dukungan dari semua masyarakat Indonesia agar Komisi VIII DPR RI sebagai yang mengusulkan RUU tersebut dapat bekerja secara maksimal dan tepat dalam merampungkannya.

“Kita dari Komisi VIII akan bekerja penuh secara maksimal agar RUU ini dapat mempermudah penanggulangan bencana di Indonesia,” pungkasnya. (FHR)