Vaksinasi Lansia Dosis Pertama di Indonesia Baru 10 Persen dari Target

Tajuk.co 19/4/2021 22:29 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 2.192.976 warga lanjut usia (lansia) telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga Senin (19/4). Jumlah tersebut meliputi 10,17 persen dari target, yakni 21.553.118 lansia.

Mengutip situs Vaksinasi Covid-19 Nasional, Kemenkes mendapati baru 4,31 persen atau 928.064 lansia yang mendapatkan dosis kedua vaksin corona. Itu artinya jumlah yang rampung menjalani vaksinasi masih kurang dari setengah total lansia yang menerima dosis pertama vaksin.

Vaksinasi Covid-19 terhadap lansia sendiri sudah dimulai sejak pertengahan Februari 2021, berbarengan dengan vaksinasi untuk petugas publik. Tapi pencapaian vaksinasi pada petugas publik jauh lebih cepat dibanding lansia.

Masih mengutip situs yang sama, vaksinasi dosis pertama sudah diterima 41,33 persen atau 7.160.568 petugas publik. Sementara target petugas publik yang menerima vaksinasi adalah 17.327.167 orang.

Adapun yang sudah mendapatkan vaksinasi hingga dosis kedua yakni 21,07 persen atau 3.651.030 petugas publik atau sekitar separuh dari petugas publik yang menerima dosis pertama vaksin.

Di sisi lain, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang seharusnya sudah rampung pada tahap pertama vaksinasi pun belum sepenuhnya mencapai target.

Kemenkes menetapkan target vaksinasi tenaga kesehatan sebanyak 1.468.764 penerima. Sementara yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama telah melebihi target yakni 1.475.984 orang. Akan tetapi vaksinasi dosis kedua baru diterima 1.333.562 orang.

Merangkum data dari kedua tahapan tersebut, artinya dari target 40.349.049 penerima, baru 26,84 persen atau 10.830.267 penerima vaksinasi dosis pertama dan 14,65 persen atau 5.912.656 orang yang mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong agar vaksinasi terhadap lansia berjalan lebih cepat daripada vaksinasi petugas publik. Dia menilai capaian vaksinasi lansia lambat karena masih ada ketakutan terhadap vaksin Covid-19.

"Kita sekarang sudah mendorong vaksinasi ke lansia, karena masih banyak lansia yang merasa takut, enggan, sungkan datang. Termasuk anak-anaknya juga ragu mengajak bapak atau ibu untuk suntik. Padahal vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi mereka," kata Budi, Senin (19/4).

(FHR)