Wagub DKI Minta Jumlah Pekerja di Tiap Kantor Tidak Boleh Lebih dari 25 Persen

Tajuk.co 17/9/2020 19:34 WIB
image
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (foto: Dok Humas Pemprov DKI Jakarta)

Tajuk.co, JAKARTA - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengapresiasi upaya pengelola yang telah menyiapkan tim gugus tugas COVID-19 dalam menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, setiap perkantoran harus memastikan sarana prasarana pendukung, yakni wastafel cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, serta QR code dalam mengatur traffic flow.

Meskipun demikian, sesuai aturan dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020, jumlah pekerja yang masih diperbolehkan beraktivitas di luar 11 sektor usaha esensial, jumlahnya tidak boleh lebih dari 25 persen.


"Kami minta tidak boleh melebihi dari 25 persen jumlah pekerja di setiap perkantoran yang beroperasi. Bahkan kami mengecek cuma tujuh persen yang beroperasi, sehingga kami terima kasih pada pengelola yang mendukung program pemerintah agar semaksimal mungkin terjalankan PSBB ini," ujar Wagub Ariza melakukan peninjauan di kawasan perkantoran dan mal, yaitu di Gedung Perkantoran Wisma Mulia, Kuningan, Jakarta Selatan, serta di Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/9).

Lebih lanjut, Wagub Ariza mengimbau agar penerapan protokol yang sudah berjalan akan terus dilakukan secara tertib. Pemprov DKI pub secara berkala akan menerjunkan personil untuk melakukan pengecekan.

"Mudah-mudahan ini tidak hanya satu, dua, atau tiga hari. Tapi selama dua minggu dan ke depannya semua bisa disiplin, bisa tertib. Kami akan mengecek juga, di mal, pasar secara rutin dan berkala. Ada lebih dari 6.000 petugas tambahan dari TNI/Polri setiap hari melakukan pengawasan, 5.000 petugas Satpol PP dan lebih dari 5.000 ASN kami Pemprov DKI setiap hari dari Senin sampai Minggu, pagi, siang, sore bahkan sampai malam keliling," terang Wagub Ariza.

Untuk itu Wagub Ariza mengharapkan kesadaran masyarakat DKI Jakarta agar lebih disiplin mematuhi peraturan dalam mendukung program PSBB supaya berjalan lancar.

"Ini soal kemanusiaan, butuh kesadaran kita bersama, kesungguhan kita melihat ini. Kita juga lihat berapa banyak saudara kita, keluara kita yang terpapar, bahkan meninggal. Maka jangan menunggu ada musibah baru kita sadar. Sekali lagi, COVID itu ada di antara kita, bahkan mungkin ada di tubuh kita," tandas Wagub Ariza. (BDN)