Wagub Riza Minta Warga DKI Waspada Varian Omicron

Tajuk.co 30/12/2021 21:25 WIB
image

Tajuk.co, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga tidak menganggap enteng kemunculan virus corona varian Omicron. Saat ini, varian Omicron sudah terdeteksi di Jakarta.
Menurut Riza, dalam beberapa waktu terakhir, penularan virus corona varian Omicron melesat di sejumlah negara. Hal itu harus menjadi alarm bagi warga Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga tidak menganggap enteng kemunculan virus corona varian Omicron. Saat ini, varian Omicron sudah terdeteksi di Jakarta.
Menurut Riza, dalam beberapa waktu terakhir, penularan virus corona varian Omicron melesat di sejumlah negara. Hal itu harus menjadi alarm bagi warga Ibu Kota.

"Termasuk Indonesia ada peningkatan. Jadi tidak boleh dianggap enteng, kami minta seluruh warga Jakarta waspada, hati-hati sekalipun kita di level 1, sekalipun vaksin sudah berhasil, kita tidak boleh abai, lengah, euforia, tidak boleh anggap enteng," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Kamis (30/12).

Sejauh ini 68 kasus positif virus corona varian omicron terdeteksi di Indonesia. Mayoritas merupakan 60 WNI baru pulang dari luar negeri, 7 WNA, dan satu kasus transmisi lokal di DKI Jakarta.

Sebagian besar kasus datang dari pelaku perjalanan internasional dari negara Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sementara kasus lainnya dari warga yang baru pulang dari Jepang, Kenya, Korea Selatan, Malawi, Malaysia, Nigeria, Kongo, Spanyol, Ukraina dan Irlandia.

"Kami minta masyarakat hati-hati terhadap varian Omicron ini yang penularannya lebih cepat dari varian sebelumnya," ungkap Riza.

Riza menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga sudah melarang kegiatan kembang api, arak-arakan, dan acara lainnya selama malam pergantian tahun. Ia berharap tak ada kerumunan untuk mengurangi potensi penularan virus.

"Jalan-jalan yang biasa terjadi kerumunan itu nanti akan ditutup, seperti tahun sebelumnya dalam rangka mengurangi interaksi, mobilitas, dan agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menimbulkan penularan Covid," ujarnya. (FHR)