Zona Merah Satu-satunya di Pulau Jawa, Warga Kudus Lakukan Lockdown

Tajuk.co 2/6/2021 22:11 WIB
image

Tajuk.co, KUDUS -- Warga Kudus, Jawa Tengah, melakukan karantina wilayah total alias lockdown tingkat RT dengan memasang portal di lingkunganya terkait status kotanya sebagai daerah zona merah satu-satunya di Pulau Jawa.
Pemasangan portal itu tampak dilakukan di sejumlah gang atau akses jalan kampung masing-masing. Mereka yang dari luar kampung dan tanpa kepentingan berarti dilarang untuk masuk.

"Terpaksa ini kami lakukan karena warga tidak ingin tertular. Sudah ada warga sebelah kampung yang kena, sehingga untuk melindungi dan menjaga diri, kita lakukan lockdown RT, kita pasangi portal di akses jalan masuk kampung", ujar Dahyal, salah seorang warga Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (2/6).

Selain itu, pemasangan portal ini juga dilakukan untuk melindungi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Kan ada juga yang isolasi mandiri di rumah. Nah kita yang tetangga juga harus membantu melindungi. Tamu dari saudaranya akan kita larang juga supaya tidak tertular", tambah Dahyal.

Diketahui, pascalebaran, kasus harian Covid-19 di Kabupaten Kudus melonjak drastis yang dikarenakan kelalaian warga dan Pemerintah menerapkan protokol kesehatan ketat, khususnya dalam kegiatan wisata, ziarah, hajatan pernikahan dan silaturahmi.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Ganip Warsito bertolak ke Kudus, Rabu (2/6) siang, menindaklanjuti amanat Presiden Joko Widodo guna merespons lonjakan kasus di wilayah ini.

Ganip, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), akan berangkat melalui Semarang menggunakan pesawat TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, Rabu (2/6) siang.

"Kunjungan kerja Ganip Warsito yang juga mengemban tugas sebagai ketua Satgas Penanganan Covid-19 tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah untuk melindungi segenap warganya," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Rabu (2/6).

Setibanya di Semarang, Ganip akan melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan unsur Forkopimda serta komponen terkait.

Selanjutnya, dia dijadwalkan akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus beserta Forkopimda setempat.

Raditya menyebut Ganip juga akan melakukan asesmen pendirian Rumah Sakit Lapangan khusus covid-19 di Kabupaten Kudus, sekaligus penentuan dukungan fasilitas karantina atau isolasi mandiri terpusat pada tiap-tiap kecamatan atau desa.

"Dalam hal ini, Ganip Warsito juga akan menyerahkan dukungan penanganan Covid-19 bagi Pemerintah Kabupaten Kudus berupa tenda isolasi 2 buah, masker kain 20 ribu lembar, masker kain anak 10 ribu lembar dan handsanitizer sebanyak 20 jerigen dengan kapasitas 4 liter," lanjut Radit.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa pekan terakhir Kudus tengah menjadi sorotan nasional. Dilaporkan sebaran kasus Covid-19 di Kudus meningkat.

Ratusan tenaga kesehatan pun terpapar Covid-19, keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) juga tinggi. Kudus pun menjadi satu-satunya zona merah di Pulau Jawa pekan ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun sebelumnya juga sudah menyoroti kasus covid-19 di Kudus sebagai peningkatan yang luar biasa pascalebaran.

Ia juga meminta pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterkaitan antara peningkatan kasus dengan mutasi virus corona. (FHR)