Tajuk.co, BEKASI — Kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi mendorong munculnya evaluasi terhadap aspek keselamatan penumpang, termasuk penempatan gerbong khusus perempuan di rangkaian KRL.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong wanita tidak lagi berada di bagian depan atau belakang, melainkan dipindahkan ke tengah rangkaian kereta.
“Dengan kejadian ini, kami mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah,” ujar Arifah usai menjenguk korban di RSUD Bekasi.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko fatal apabila terjadi kecelakaan, mengingat bagian depan dan belakang kereta dinilai lebih rentan terhadap benturan.
Ia menilai, penempatan di tengah dapat memberikan tingkat perlindungan yang lebih baik bagi penumpang perempuan, terutama dalam situasi darurat.
Selain itu, Arifah juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan dalam layanan transportasi publik, termasuk perempuan yang kerap menggunakan fasilitas gerbong khusus.
Usulan ini muncul setelah kecelakaan antara kereta jarak jauh dan KRL di kawasan Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa. Dalam peristiwa tersebut, sebagian besar korban berada di gerbong yang terdampak paling parah.
Meski demikian, usulan tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk operator kereta, untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar meningkatkan keselamatan seluruh penumpang.
