Tajuk.co, YOGYAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah menargetkan posisi tiga besar kekuatan politik daerah dengan membidik 11 kursi DPR RI pada pemilu mendatang. Target tersebut ditegaskan dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah yang digelar Kamis (12/02/2026) di Yogyakarta dengan tema “Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju,” sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan strategi pemenangan sejak dini.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, dalam arahan strategisnya menegaskan bahwa peran anggota dewan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan menjadi representasi nilai dan wajah perjuangan partai di ruang publik. Ia menyebut pejabat publik dan perangkat kelembagaan sebagai etalase perjuangan partai yang membawa misi ideologis dan sosial-politik.
Menurutnya, PKS lahir dari gerakan religius yang bertransformasi menjadi kekuatan sosial-politik pro-demokrasi, sehingga identitas tersebut harus tercermin dalam kebijakan dan kerja-kerja legislasi para kader di parlemen. Ia juga mendorong peningkatan daya ungkit ketokohan kader dengan menghapus budaya pekewuh atau sungkan dalam memunculkan figur internal ke panggung politik.
Kholid menilai keberanian mendorong kader sendiri maju dalam kontestasi, baik Pilkada maupun Pilpres, menjadi salah satu cara mengukur tingkat penerimaan publik terhadap nilai dan gagasan yang diperjuangkan partai. Selain itu, konsolidasi diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan desain sistem pemilu ke depan.
Forum Bimtek juga menyoroti peluang strategis pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas 7 persen. Dengan konfigurasi tersebut, disebut terdapat sedikitnya 18 daerah di Jawa Tengah yang berpotensi memungkinkan pengusungan calon kepala daerah secara mandiri oleh PKS.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyampaikan optimisme meski wilayah Jawa Tengah dikenal sebagai daerah dengan tingkat kompetisi politik tinggi. Ia menyebut Bimtek menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak struktur partai dari pusat hingga daerah.
Menurutnya, anggota legislatif PKS di Jawa Tengah telah menunjukkan loyalitas dan kesiapsiagaan dalam menjalankan penugasan partai. Untuk mencapai target elektoral, DPW PKS Jateng mengusung formula Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik (K2P2) sebagai kerangka kerja utama peningkatan kinerja dan kepercayaan masyarakat.
Dengan strategi tersebut, PKS Jawa Tengah menargetkan kenaikan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari sembilan menjadi sebelas kursi sekaligus mengamankan posisi tiga besar di tingkat provinsi.












