Luke Thomas Mahony Ditunjuk Jadi Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia, BUMN Ekspor Strategis Baru Prabowo

Luke Thomas Mahony Ditunjuk Jadi Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia, BUMN Ekspor Strategis Baru yang dibentuk Prabowo
Luke Thomas Mahony Ditunjuk Jadi Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia, BUMN Ekspor Strategis Baru yang dibentuk Prabowo

Tajuk.co, JAKARTA – PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai direktur perusahaan pelat merah tersebut. Penunjukan itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran badan usaha baru oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026.

PT DSI dibentuk sebagai BUMN yang akan menangani pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional. Pada tahap awal operasional, perusahaan ini akan berfokus pada ekspor kelapa sawit, batu bara, serta ferroalloy atau paduan besi.

Meski demikian, PT DSI belum langsung menjalankan peran sebagai eksportir tunggal. Pemerintah menyiapkan dua fase implementasi. Fase pertama berupa masa transisi pengalihan aktivitas ekspor yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Adapun penerapan penuh kebijakan dijadwalkan berjalan mulai 1 September 2026.

Luke Thomas Mahony diketahui merupakan warga negara Australia yang saat ini menetap di Jakarta. Berdasarkan informasi pada profil LinkedIn miliknya, sebelum dipercaya memimpin PT DSI, ia menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia sejak September 2025.

Sebelumnya, Luke juga sempat menduduki posisi Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk pada periode Juli 2024 hingga Juli 2025. Pengalaman lain yang pernah diembannya ialah sebagai Director-Technical dan Chief Technical Officer di Vale Base Metals.

Karier Luke di sektor pertambangan internasional juga cukup panjang. Ia pernah bergabung dengan BHP Billiton dan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Manager Production Prestrip, Manager Production Projects, hingga Manager Reporting.

Dari sisi akademik, Luke merupakan alumnus University of New South Wales. Pada jenjang sarjana, ia menempuh studi Mining Engineering. Sementara di tingkat magister, ia meraih tiga gelar berbeda, yakni Commerce-Finance, Mining Engineering, serta Geomechanics, yang seluruhnya diperoleh dari universitas yang sama.

Exit mobile version