Pilot Malaysia Airlines Kena Tes Narkoba Massal Usai Kasus Penyelundupan di RI

Tajuk.co, Kuala Lumpur — Malaysia Aviation Group (MAG) memberlakukan pemeriksaan narkoba secara wajib terhadap seluruh pilot di bawah naungannya setelah salah satu pilot Malaysia Airlines ditangkap di Indonesia terkait kasus penyelundupan narkotika.

Pemeriksaan tahap pertama menyasar 1.260 pilot Malaysia Airlines. MAG menargetkan seluruh pemeriksaan tersebut selesai pada 15 Agustus 2026.

MAG menegaskan pilot yang tidak mengikuti pemeriksaan hingga batas waktu yang ditentukan tidak diperbolehkan menjalankan penerbangan sampai dinyatakan memenuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku.

Kebijakan tersebut nantinya diperluas kepada seluruh pilot aktif, termasuk awak kabin di lingkungan grup maskapai tersebut.

Kasus ini mencuat setelah seorang perwira kedua Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada 28 Juli 2026. Ia diduga membawa sekitar 25 kilogram narkotika berupa sabu dan ekstasi.

Petugas Bea Cukai menemukan 14 paket besar yang berisi sekitar 70 ribu pil ekstasi serta satu paket sabu dalam koper tersangka ketika dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray di Terminal 3.

Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi disebut mengaku mendapat perintah untuk membawa narkotika ke Jakarta dengan imbalan RM50.000. Ia juga diketahui membawa botol kecil berisi urine yang diduga disiapkan untuk mengantisipasi pemeriksaan narkoba.

Hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan adanya kandungan tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.

MAG menjelaskan Mohd Saufi tidak sedang menjalankan tugas ketika ditangkap. Ia disebut sedang menjalani cuti dan berada di kokpit sebagai pengamat, bukan sebagai pilot yang menerbangkan pesawat.

Menurut MAG, pilot yang mengoperasikan penerbangan Malaysia Airlines MH727 pada saat kejadian tetap memenuhi seluruh persyaratan untuk menerbangkan pesawat.

Meski demikian, MAG menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap standar profesional perusahaan. Grup maskapai itu kemudian memperketat pemeriksaan narkoba untuk memastikan kesiapan seluruh awak penerbangan.

Presiden dan CEO Grup MAG Kapten Nasaruddin A Bakar menegaskan keselamatan penerbangan dan kesiapan awak untuk bertugas menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.

MAG menyatakan akan mengambil tindakan terhadap setiap pelanggaran standar keselamatan dan memastikan pemeriksaan narkoba wajib diterapkan kepada pilot aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *