Tajuk.co, JAKARTA — Honda Prospect Motor (HPM) masih melihat peluang bagi segmen low cost green car (LCGC) untuk terus berkembang di Indonesia, meski penjualannya sedang menghadapi tekanan.
Menurut Honda, kendaraan di segmen ini tetap memiliki pasar karena menyasar masyarakat yang baru pertama kali membeli mobil atau first time buyer. Kebutuhan terhadap kendaraan dengan harga pembelian serta biaya kepemilikan yang relatif terjangkau dinilai masih cukup besar.
Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy mengatakan daya saing mobil murah tidak cukup hanya mengandalkan banderol harga. Konsumen juga mempertimbangkan manfaat dan nilai kendaraan selama masa kepemilikan, termasuk biaya perawatan hingga nilai jual kembali.
Honda, kata Billy, berupaya memberikan nilai lebih kepada konsumen sejak proses pembelian, penggunaan, perawatan, hingga kendaraan tersebut dijual kembali.
Ia menilai potensi pasar LCGC masih terbuka lantaran jumlah calon konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil masih besar.
Selain menghadirkan produk dengan harga kompetitif, kemudahan dalam memperoleh kendaraan juga menjadi salah satu strategi Honda untuk menjaga eksistensi LCGC.
Honda bekerja sama dengan berbagai lembaga pembiayaan untuk memberikan skema kepemilikan kendaraan yang lebih mudah dan ringan bagi konsumen.
Meski demikian, kondisi pasar LCGC pada 2026 menunjukkan adanya tekanan. Saat ini hanya tiga produsen yang masih bermain di segmen tersebut, yakni Honda, Toyota, dan Daihatsu.
Sementara itu, Datsun/Nissan serta Suzuki telah meninggalkan program LCGC yang mulai berjalan sejak 2013.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil LCGC sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 55.506 unit.
Angka tersebut mengalami penurunan 18,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 68.038 unit.
Penurunan penjualan juga diikuti oleh turunnya produksi sejumlah model LCGC. Saat ini terdapat lima model yang diproduksi Honda, Toyota, dan Daihatsu, yakni Honda Brio Satya, Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla.
Gaikindo mencatat produksi mobil LCGC pada semester pertama 2026 mencapai 70.845 unit. Jumlah tersebut turun sekitar 15 persen dibandingkan Januari-Juni 2025 yang berada di angka 83.367 unit.
Meski kinerja penjualan dan produksi mengalami koreksi, Honda tetap menilai LCGC belum kehilangan relevansinya. Segmen tersebut masih memiliki ruang untuk bertahan selama kebutuhan konsumen terhadap mobil terjangkau tetap ada.












