Tajuk.co, Jakarta — Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengajak masyarakat Jakarta memperkuat solidaritas kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Suhud menyampaikan duka cita atas bencana yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8). Ia berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan baik.
“Kami turut berduka cita dan prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujar Suhud.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan perlu diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan juga penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Suhud mendorong Pemprov DKI Jakarta melihat peluang bantuan yang dapat diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, setiap dukungan perlu diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Kami mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melihat langkah bantuan yang dapat dilakukan sesuai aturan. Yang terpenting, bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” tuturnya.
Ia menilai Jakarta memiliki sumber daya dan jejaring yang dapat dikolaborasikan untuk mendukung masyarakat di daerah terdampak bencana. Solidaritas, kata Suhud, tidak semestinya terhenti karena perbedaan wilayah.
“Dalam situasi seperti ini, rasa kemanusiaan harus menjadi yang utama. Kita perlu hadir dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita di NTT,” katanya.
Suhud juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam penanganan bencana. Lembaga kemanusiaan, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, serta masyarakat luas dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Menurutnya, semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk membantu penyintas melewati masa sulit setelah bencana.
“Musibah ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan gotong royong merupakan kekuatan kita. Mari kita membantu sesuai kemampuan dan melalui saluran yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.
Ia menambahkan, kontribusi dalam aksi kemanusiaan tidak selalu berbentuk bantuan materi. Dukungan moral, tenaga, informasi, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial juga dapat menjadi bentuk kepedulian yang berarti.
“Jakarta harus terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong. Ketika kita bergerak bersama, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan dapat menjadi kekuatan besar bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tandas Suhud.












