Tajuk.co CALIFORNIA – John Ternus memasuki minggu keduanya sebagai CEO Apple. Ternus, yang mengambil alih posisi puncak di Apple setelah Tim Cook mengundurkan diri, tampil di atas panggung pada hari Rabu (9/9/2026) dalam acara peluncuran produk tahunan perusahaan di depan gambar-gambar berukuran raksasa dari iPhone lipat pertama.
Dengan format bergaya buku, iPhone baru yang dinamai Duo ini merupakan ukuran terbesar yang pernah ada untuk lini produk tersebut. Dengan harga mulai dari $1.999 atau sekitar Rp 35 juta (kurs Rp 17.500/dolar) hingga $3.200 atau Rp 56 juta di AS, perangkat ini menjadi produk Iphone termahal.
Ternus mengatakan, Duo “diilhami oleh iPad”, namun menyebut fitur-fitur lipatnya “mulus dan sangat intuitif.”
Ponsel lipat ini telah menjadi proyek yang terus dikembangkan di internal Apple selama beberapa tahun.
Saat dibuka, Duo baru ini memiliki tampilan seperti iPad kecil. Saat dilipat menjadi dua, tampilannya menyerupai iPhone yang lebih lebar.
Selama acara berlangsung, Ternus menyampaikan, Apple ingin menghindari tampilan dan rasa dari ponsel pintar lipat lain di pasaran, yang menurutnya “terasa seperti dua ponsel yang ditempelkan menjadi satu… membuat layar yang lebih besar terasa jauh lebih kecil.”
Duo, menurutnya, adalah hasil dari serangkaian inovasi luar biasa yang diyakini akan mendefinisikan ulang pengalaman menggunakan ponsel lipat.
Ternus terlibat langsung dalam pengembangan iPhone lipat ini karena ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai eksekutif puncak di divisi perangkat keras Apple sebelum ditunjuk awal tahun ini sebagai penerus Cook.
Ben Wood, kepala analis di firma riset teknologi FDM CCS Insight, mengatakan, ada kemungkinan promosi Ternus sengaja diatur waktunya agar bertepatan dengan apa yang bisa disebut sebagai salah satu peluncuran iPhone terbesar selama bertahun-tahun.”
“Tidak ada yang terjadi secara kebetulan di Apple,” tambah Wood seperti dikutip BBC.com.
Carolina Milanesi, seorang analis di Creative Strategies, yang menghadiri presentasi hari Rabu itu mengatakan, sorotan pada Ternus membuatnya terasa “hampir seperti dia sendiri adalah sebuah produk.”
Mengubah desain iPhone dapat menjawab beberapa kritik, Apple belum menghadirkan produk yang benar-benar sukses besar atau inovasi yang sungguh menakjubkan sejak iPhone pertama kali hadir pada tahun 2007.
“Ponsel lipat berisiko menjadi ornamen berharga mahal dalam portofolio produk, yang memberikan nilai gengsi tetapi bukan pertumbuhan yang signifikan,” kata Dipanjan Chatterjee, seorang analis di Forrester.
Sebelumnya, harga awal tertinggi untuk iPhone terbaru adalah $900 (£664). Apple juga mengungkapkan pada hari Rabu mengenai iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max baru, yang di AS masing-masing dijual mulai dari $1.199 (£855) dan $1.299 (£959).
Akankah Iphone Duo direspon baik pasar? Waktu akan membuktikan.












