Jelang 500 Tahun Jakarta, Ketua DPRD Soroti Pemerataan Kesejahteraan Warga

Tajuk.co, JAKARTA — Menjelang usia lima abad pada 2027, pembangunan Jakarta diharapkan tidak hanya berfokus pada proyek infrastruktur. Pemerataan kesejahteraan masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengatakan besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta perlu diikuti dengan kebijakan yang benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.

Menurut Suhud, kesejahteraan warga tidak hanya dapat diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, kondisi ekonomi, hingga persoalan kemiskinan.

“Angka APBD besar kita ini masih belum efektif, belum bisa mendorong kepada kesejahteraan. Kesejahteraan itu kan meliputi semua aspek. Pendidikannya bagus, kesehatannya bagus, enggak ada orang miskin,” ujar Suhud di Jakarta, Minggu (20/9).

Ia mencontohkan masih banyaknya penerima bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurutnya, jumlah penerima bantuan tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Suhud juga menilai pembangunan Jakarta belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan antarwilayah. Kawasan pusat kota dinilai telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, tetapi kondisi berbeda masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah pinggiran.

Ia menyoroti kawasan perbatasan Jakarta dengan Bekasi serta wilayah Tanjung Priok sebagai contoh daerah yang menurutnya masih membutuhkan perhatian pembangunan.

Karena itu, Suhud meminta Pemprov DKI tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi turut memperhatikan sejumlah indikator lainnya. Beberapa di antaranya yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemerataan ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta persoalan lingkungan seperti polusi udara.

Menurut dia, arah pembangunan perlu disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, bukan semata-mata mengejar kepentingan politik atau program yang bersifat populer dalam waktu singkat.

“Jadi, ini sebetulnya yang harus jadi concern kita, karena kadang-kadang kan kita ini membangun untuk kepentingan politik semata. Jadi, isu-isu populis atau untuk kepentingan jangka pendek,” katanya.

Suhud berharap memasuki 2027, ketika Jakarta genap berusia 500 tahun, pembangunan ibu kota semakin berkembang dengan manfaat yang dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.

Ia berharap momentum lima abad Jakarta dapat menjadi dorongan untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga tercermin dari peningkatan kesejahteraan warga di berbagai wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *