Tajuk.co, JAKARTA — Pameran komponen dan industri otomotif berskala internasional, Automechanika Jakarta (AMJKT), akan segera digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Ajang tersebut berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, pada 24-27 September 2026.
Indonesia menjadi negara ke-15 yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Automechanika. Di kawasan Asia, pameran ini sebelumnya telah hadir di sejumlah kota, antara lain Shanghai di China, Kuala Lumpur di Malaysia, dan Ho Chi Minh City di Vietnam.
General Manager Messe Frankfurt HK Fiona Chiew mengatakan persiapan pameran telah memasuki tahap akhir. Menurutnya, Messe Frankfurt telah menggelar Automechanika di berbagai negara selama puluhan tahun dengan jaringan dan sumber daya yang luas.
“Kami menghadirkan peserta pameran dari luar negeri yang memiliki spesialisasi dalam berbagai kategori produk,” kata Fiona di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Penyelenggaraan AMJKT ditujukan untuk mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara sekaligus membuka peluang perdagangan dan kerja sama. Selain pameran produk, agenda tersebut akan diisi kegiatan business matching, pertukaran pengetahuan, pelatihan, serta sejumlah acara pendukung lainnya.
Fiona mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk mendapatkan wawasan baru sekaligus membangun kemitraan lintas negara.
Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian menilai industri komponen otomotif Indonesia tengah menghadapi perubahan yang cukup cepat.
Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan konsumen, hingga persaingan dengan produk impor menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi industri komponen dalam negeri.
Meski demikian, Yusak melihat situasi tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi produsen lokal untuk meningkatkan kemampuan dan menghasilkan produk dengan teknologi yang semakin kompetitif.
Perkembangan kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu bidang yang dinilai membuka peluang baru. Perubahan teknologi kendaraan mendorong produsen komponen untuk mengembangkan produk dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif masa depan.
“Kami melihat industri komponen Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan mengambil peran yang semakin kuat dalam global automotive supply chain,” ujar Yusak.
Automechanika Jakarta diharapkan menjadi salah satu ruang pertemuan bagi produsen, pemasok, distributor, serta pelaku industri otomotif untuk memperluas jaringan bisnis dan membahas perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.












